MAJENE  

LSM Sahabat Indonesia Bantah Terlibat Bimtek BOS/BOSP di Majene

MAJENE, KARABAO.ID – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sahabat Indonesia secara tegas membantah keterlibatannya dalam penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk “Rencana Kerja serta Pendampingan Hukum bagi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026” yang dikaitkan dengan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) atau Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun 2025 di Kabupaten Majene.

Ketua LSM Sahabat Indonesia Suhardi, menegaskan bahwa kegiatan bimtek tersebut sepenuhnya merupakan program kerja dan tanggung jawab operasional Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Majene, bukan LSM Sahabat Indonesia.

Baca Juga  WNA Asal Tiongkok Diserahkan ke Imigrasi Usai Insiden di Laut Malunda, Status Overstay Masih Didalami

“Kami tidak melaksanakan kegiatan tersebut. Bahkan kami sendiri tidak hadir dalam pelaksanaannya. Namun dalam pemberitaan justru disebut seolah-olah kami sebagai pelaksana, itu tidak benar,” kata Suhardi kepada wartawan, KARABAO.ID Jumat (26/12/2025).

Ia menjelaskan, pada awalnya memang terdapat rencana keterlibatan LSM Sahabat Indonesia dalam kegiatan tersebut. Namun, seiring munculnya berbagai sorotan publik, pihaknya memutuskan untuk menarik diri dan menyerahkan sepenuhnya pelaksanaan kegiatan kepada dinas terkait.

“Awalnya memang direncanakan melibatkan kami, tetapi karena banyak sorotan, kami menyerahkan sepenuhnya ke dinas. Termasuk perubahan lokasi kegiatan yang awalnya direncanakan di Makassar dan kemudian diputuskan oleh dinas untuk dilaksanakan di Majene,” jelasnya.

Baca Juga  PORSENI 2025 SMPN 6 Majene Dibuka, Kadis Dikpormuda: “Baru Kali Ini Ikuti Pembukaan Porseni”

Suhardi juga membantah keras tudingan bahwa LSM Sahabat Indonesia menyelenggarakan bimtek pendampingan hukum bagi satuan pendidikan untuk tahun anggaran 2026. Menurutnya, informasi tersebut tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan publik.

“Kami menilai pemberitaan yang beredar tidak akurat. Informasi seperti ini seharusnya diklarifikasi terlebih dahulu agar tidak mencederai nama baik lembaga,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pembahasan terkait tahun anggaran 2026 masih berada pada tahap perencanaan, mengingat tahun anggaran tersebut belum berjalan. Oleh karena itu, setiap informasi terkait pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran perlu disikapi secara hati-hati.

Baca Juga  Paradoks Pesisir Malunda: Harga Ikan Melambung, Lebih Mahal dari Ayam

LSM Sahabat Indonesia mengimbau insan pers, mahasiswa, dan masyarakat umum untuk mengedepankan prinsip verifikasi dan keberimbangan dalam menyampaikan informasi, khususnya yang berkaitan dengan kegiatan publik dan penggunaan anggaran negara.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Majene belum memberikan keterangan resmi terkait pelaksanaan kegiatan bimtek tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *