MAJENE, KARABAO.ID – Pemandangan memilukan terjadi di Majene. Seorang ibu yang baru keluar dari RSUD Majene terpaksa menggendong bayinya yang masih berusia hitungan jam untuk pulang menggunakan angkutan kota di bawah terik matahari.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terhadap kualitas dan kepedulian pelayanan RSUD Majene. Bayi yang baru lahir diketahui sangat rentan terhadap perubahan suhu dan cuaca ekstrem. Namun ironisnya, pihak rumah sakit terkesan abai terhadap keselamatan pasien paling rentan tersebut.
Padahal, RSUD Majene memiliki sejumlah kendaraan operasional yang terlihat siaga dan tidak digunakan. Kendaraan tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mengantar pasien pasca persalinan, khususnya bagi keluarga yang tidak memiliki kendaraan pribadi.
Situasi ini menegaskan adanya lemahnya empati dan perencanaan layanan bagi pasien kurang mampu. Rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan publik semestinya hadir memberikan perlindungan, bukan justru membiarkan bayi baru lahir terpapar panas dan risiko kesehatan di jalan.
Publik pun mendesak Bupati dan Wakil Bupati Majene untuk segera mengevaluasi kebijakan pelayanan RSUD Majene agar kejadian serupa tidak kembali terulang.













