MAJENE, KARABAO.ID – Museum Mandar “Museum di Hatiku” mencatat antusiasme tinggi dari masyarakat sepanjang Januari 2026. Beragam kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum, turut meramaikan kunjungan dan menjadikan museum sebagai ruang belajar yang hidup dan bermakna.
Sepanjang bulan Januari, Museum Mandar tidak hanya menghadirkan koleksi dan pameran budaya, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengetahuan serta sarana merawat ingatan kolektif tentang sejarah dan kearifan lokal Mandar. Interaksi antara pengunjung dan koleksi museum menunjukkan bahwa museum kini semakin dipandang sebagai ruang edukatif yang inklusif dan relevan dengan kehidupan masyarakat.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan antusiasme para pengunjung yang telah menjadikan Museum Mandar sebagai destinasi edukasi dan budaya.
Kehadiran pengunjung menjadi dorongan penting dalam upaya pelestarian warisan budaya serta penguatan identitas lokal Mandar.Museum Mandar terus berkomitmen untuk menghadirkan program dan layanan yang edukatif, inspiratif, dan terbuka bagi semua kalangan.
Diharapkan, kunjungan ke museum tidak hanya menjadi aktivitas rekreasi, tetapi juga pengalaman bermakna dalam mengenal dan mencintai budaya sendiri.✨ Sampai jumpa pada kunjungan berikutnya di Museum Mandar — Museum di Hatiku.













