MAJENE, KARABAO.ID — Menindaklanjuti beredarnya foto roti berjamur di sejumlah grup WhatsApp, pihak pengelola Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamerodo Sendana, Kabupaten Majene, memberikan klarifikasi resmi. Klarifikasi tersebut disampaikan oleh Kepala SPPG Tamerodo, Ardi, pada Sabtu (20/12/2025).
Ardi menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (19/12/2025) saat pihaknya melakukan penyaluran makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah sekolah. Pada hari tersebut, terdapat dua jenis makanan yang didistribusikan, yakni makanan basah dan makanan kering, termasuk roti.
“Dalam proses pendistribusian, kami mendapat laporan dari pihak sekolah bahwa terdapat roti yang secara tampilan mulai bermasalah atau menunjukkan tanda berjamur. Kami langsung menginstruksikan agar roti tersebut ditahan dan tidak dibagikan kepada penerima manfaat,” ujar Ardi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak SPPG segera melakukan penarikan makanan kering dan berkomitmen untuk menggantinya. Penggantian tersebut telah direalisasikan pada Sabtu.
Menurut Ardi, saat pertama kali disalurkan, kondisi roti masih dinilai layak konsumsi berdasarkan pemeriksaan sampel oleh pihak pengelola. Namun, dalam proses penarikan, terdapat sejumlah roti yang tertinggal di salah satu sekolah karena sopir MBG lupa mengambilnya.
“Roti yang tertinggal itulah yang kemudian difoto dan beredar. Foto diambil keesokan harinya, sehingga kondisinya memang sudah berjamur karena masih tersimpan di sekolah,” jelasnya.
Atas kejadian tersebut, Ardi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan menegaskan bahwa insiden tersebut tidak disengaja. Ia memastikan pihaknya akan memperketat pengawasan dan menjalankan pengelolaan MBG sesuai petunjuk teknis yang berlaku.
“Ini menjadi bahan evaluasi kami agar kejadian serupa tidak terulang ke depan,” pungkasnya.
Sebelumnya, masyarakat setempat juga membenarkan bahwa roti dalam foto tersebut merupakan bagian dari program MBG dan berasal dari salah satu SPPG di Kabupaten Majene. Roti tersebut telah dinyatakan tidak layak konsumsi dan sempat ditarik, namun masih tertinggal di sekolah karena kelalaian dalam pengambilan














