Kadisdikpora Majene Harapkan Lestarikan Bahasa Daerah

MAJENE – Di era ini, modernitas yang sarat akan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan telah merubah jalan hidup seseorang dengan cara berkomunikasi. Khususnya pada penggunaan bahasa daerah terutama anak-anak dalam berkomunikasi sehari-hari semakin terbelakang, sehingga bahasa daerah (Mandar) semakin terbelakang.

Fenomena yang nyata di kalangan sebagian masyarakat modern pada saat ini, yang katanya maju dan beradab itu, lebih bangga melisankan bahasa Indonesia yang dicampur bahasa asing dalam keseharian.

Baca Juga  Hadiri Maulid Nabi di SDN 2 Kampung Baru, Kadisdikpora Majene Apresiasi Pihak Pengelola Sekolah

Untuk lebih melestarikan kembali bahasa daerah, Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Majene Andi Asraf mengharapkan kepada guru terutama orang tua siswa untuk tetap berkomunikasi dengan anak-anaknya melalui bahasa daerah. Itu sebagai warisan budaya luhur nan agung agar tidak layu dan mati tergilas roda modernitas saat ini.

“Bahasa daerah adalah bahasa yang terkait akan latar belakang etnis, suku, budaya yang mencerminkan identitas bangsa kita ini, cermin kita sebagai bangsa yang kaya akan budaya dan bahasa,” Kata Kadisdikpora Majene, Andi Asraf beberapa waktu lalu.

Ia berpesan, kepada para guru dan kepala sekolah untuk tetap menjaga dan memelihara sekolah dengan baik agar tetap dalam kondisi asri sehingga tetap menjadi sekolah Adiwiyata. “Untuk kurikulum merdeka belajar tentu para guru melakukan assesment tentang penilaian kepada anak didik kita,” pintanya. (Advertorial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *