Profil Lengkap Mayjen TNI (Purn) Salim Sayyid Mengga, Wakil Gubernur Sulawesi Barat

SULBAR, KARABAO.ID – Mayjen TNI (Purn) Salim Sayyid Mengga merupakan sosok purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang dikenal luas sebagai prajurit profesional, sekaligus negarawan yang mengabdikan hidupnya untuk bangsa dan daerah. Dengan rekam jejak panjang di dunia militer, politik, dan pemerintahan, almarhum menjadi salah satu tokoh penting Sulawesi Barat.

Salim Sayyid Mengga lahir di Pambusuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada 24 September 1951. Ia merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) tahun 1974 dari kecabangan Kavaleri.

Karier militernya menanjak secara konsisten hingga mencapai pangkat Mayor Jenderal TNI.Selama lebih dari tiga dekade pengabdian di TNI AD, Salim S. Mengga menduduki berbagai jabatan strategis, baik di satuan tempur, staf, maupun pendidikan militerKarier Militer Mayjen TNI (Purn) Salim Sayyid Mengga diantaranya :

Mayjen TNI (Purn) Salim Sayyid Mengga mengabdikan sebagian besar hidupnya di lingkungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Karier militernya berlangsung lebih dari tiga dekade, dimulai dari perwira pertama hingga mencapai pangkat Mayor Jenderal TNI, dengan rekam jejak penugasan yang luas di satuan operasional, staf, pendidikan, dan komando kewilayahan.

Lulusan AKABRI 1974 dari kecabangan Kavaleri ini mengawali karier sebagai Komandan Peleton Detasemen Kavaleri Yonkav 10 Kodam XIV/Hasanuddin pada tahun 1975. Sejak awal, ia dikenal sebagai perwira lapangan yang disiplin dan memiliki kemampuan kepemimpinan kuat. Berbagai penugasan tingkat peleton dan kompi dijalaninya di Yonkav 10, termasuk sebagai Komandan Kompi Markas serta Kepala Seksi Logistik.

Baca Juga  Kodim 1401 Majene Gelar Penyuluhan KB Kesehatan

Memasuki pertengahan karier, Salim S. Mengga dipercaya mengemban peran penting di bidang pendidikan dan pembinaan personel. Ia pernah bertugas sebagai Guru Militer di Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav), baik pada golongan IV maupun V, serta menjabat di lingkungan Pussenkav sebagai Kepala Seksi Trakor Ditbinsen.

Penugasan ini menunjukkan kepercayaan institusi terhadap kapasitasnya dalam membina dan mencetak perwira kavaleri.Karier komandonya semakin menonjol ketika menjabat sebagai Wakil Komandan Yonkav 2 Kodam IV/Diponegoro, sebelum kemudian dipercaya sebagai Komandan Yonkav 2 pada periode 1991–1993.

Ia selanjutnya mengemban tugas kewilayahan sebagai Komandan Kodim 0716/Demak, serta Kepala Staf Kodim 0711/Pemalang, memperkuat pengalamannya dalam pembinaan teritorial dan hubungan dengan masyarakat.

Di tingkat staf, Salim S. Mengga memiliki latar belakang kuat di bidang sosial dan politik militer. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Asisten Sosial dan Politik serta Asisten Sosial dan Politik Kasdam IV/Diponegoro, posisi strategis yang menuntut kepekaan terhadap dinamika sosial, keamanan, dan stabilitas wilayah.

Baca Juga  SPPG Lamungan Batu Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Sinergi Pemenuhan Gizi di Malunda

Puncak karier perwira menengahnya ditandai dengan penunjukan sebagai Komandan Korem 141/Toddopuli pada periode 1997–2001. Dalam jabatan ini, ia memimpin pembinaan pertahanan dan keamanan wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya, serta berperan dalam menjaga stabilitas daerah di masa transisi nasional.

Setelah menyandang pangkat Brigadir Jenderal TNI, Salim S. Mengga dipercaya menjadi Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri TNI AD, institusi penting dalam pengembangan doktrin, alutsista, dan pembinaan kecabangan kavaleri. Ia kemudian menjabat sebagai Kepala Staf Kodam IV/Diponegoro dan Wakil Komandan Kodiklat TNI AD, memperluas pengaruhnya dalam pembinaan kekuatan dan pendidikan prajurit TNI AD.

Puncak pengabdian militernya adalah saat dipercaya sebagai Panglima Kodam XV/Pattimura pada periode 2005–2006. Dalam jabatan tersebut, ia memimpin komando kewilayahan strategis di kawasan Maluku, dengan tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan, stabilitas, dan persatuan nasional.

Dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal TNI, Salim Sayyid Mengga mengakhiri pengabdiannya di militer sebagai perwira tinggi yang lengkap—berpengalaman di lapangan, staf, pendidikan, dan komando. Warisan pengabdiannya di TNI menjadi fondasi kuat bagi kiprahnya selanjutnya di dunia politik dan pemerintahan.

Baca Juga  Disanksi Pertamina, SPBU Banua Malunda Tak Beroperasi Meski Stok BBM Masih Penuh

Setelah purna tugas dari militer, Salim S. Mengga melanjutkan pengabdian di dunia politik. Ia terpilih sebagai Anggota DPR RI periode 2009–2014 dari Partai Demokrat untuk Daerah Pemilihan Sulawesi Barat, dan bertugas di Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan, luar negeri, dan informasi.Pada Pemilu 2014, ia kembali terpilih sebagai Anggota DPR RI periode 2014–2019 dengan perolehan 51.168 suara, tetap mewakili Daerah Pemilihan Sulawesi Barat.

Pada Pilkada Sulawesi Barat 2024, Salim S. Mengga maju sebagai calon Wakil Gubernur Sulawesi Barat mendampingi Suhardi Duka. Pasangan ini memenangkan pemilihan dan resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat periode 2025–2030..

Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga, meninggal dunia pada Sabtu pagi, 31 Januari 2026, di Rumah Sakit Siloam Makassar, Sulawesi Selatan. Di kebumikan Di rumah duka di kalibata TPM, JLN TAMAN CILANDAK 4 NO 26 CILANDAK BARAT. KECAMATAN CILANDAK BARAT.JAKSEL

Turut berduka cita atas wafatnya Mayjen TNI (Purn) Salim Sayyid Mengga. Semoga almarhum husnul khatimah dan segala pengabdian beliau menjadi amal jariyah. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi kekuatan dan ketabahan.*(EPN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *