MAJENE, KARABAO.ID — Penangkapan terduga pelaku pembunuhan yang terjadi di Kelurahan Baruga, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Beragam komentar hingga spekulasi bermunculan dari para netizen terkait motif di balik kasus tersebut.
Peristiwa ini menyita perhatian masyarakat setelah informasi mengenai diamankannya terduga pelaku beredar luas di berbagai platform digital. Sejumlah warganet bahkan mulai mengaitkan kasus tersebut dengan berbagai dugaan yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Menanggapi hal itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Majene, AKP Fredy, menegaskan bahwa pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut dan meminta masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan resmi.
Dilansir dari Tribun-Sulbar.com, AKP Fredy mengatakan bahwa terduga pelaku telah diamankan dan saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
“Kami sudah mengamankan pelakunya. Saat ini kami masih mendalami kasus ini,” kata Fredy saat dihubungi, Minggu (10/5/2026).
Ia juga belum mengungkap motif di balik dugaan pembunuhan tersebut karena proses penyidikan masih berlangsung.
Menurutnya, Polres Majene akan menyampaikan perkembangan kasus secara resmi melalui konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (11/5/2026).
“Besok kami sampaikan secara resmi melalui rilis,” ujarnya.
Di tengah ramainya pembahasan di media sosial, salah seorang warga Baruga yang enggan disebutkan namanya mengimbau masyarakat agar tidak memperkeruh suasana dengan menyebarkan asumsi maupun spekulasi yang belum tentu benar.
Ia menilai, publik sebaiknya memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional dalam mengungkap fakta sebenarnya.
“Seharusnya para netizen tidak mengeluarkan spekulasi terkait perkara ini. Biarlah aparat penegak hukum yang nantinya menyimpulkan bagaimana motif sebenarnya,” ucapnya.
Kasus ini pun masih menjadi perhatian warga Majene. Masyarakat diharapkan tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar dan tidak mudah terpancing oleh narasi yang belum terverifikasi kebenarannya.













