Polewali Mandar, KARABAO.ID — Tradisi ziarah kubur usai pelaksanaan Salat Idulfitri masih terus dijaga oleh masyarakat Kecamatan Tutar, khususnya warga Kelurahan Padangmawalle, Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Namun di balik kekhidmatan tradisi tersebut, warga menghadapi persoalan serius terkait akses menuju lokasi pemakaman.

Satu-satunya area pemakaman yang digunakan masyarakat saat ini berada di atas perbukitan. Untuk mencapainya, peziarah harus menyeberangi sungai serta mendaki medan yang cukup terjal.

Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan, terutama bagi lansia dan anak-anak yang turut serta dalam tradisi ziarah tersebut.
Sejumlah warga mengungkapkan harapan agar pemerintah setempat segera mengambil langkah konkret. Mereka meminta perhatian dari pemerintah Kelurahan Padangmawalle hingga Kecamatan Tutar untuk mencari solusi yang lebih aman dan mudah dijangkau.
“Sangat kasihan warga yang harus melewati sungai dan mendaki gunung hanya untuk berziarah. Kami berharap pemerintah bisa segera menyiapkan lokasi pemakaman yang lebih dekat,” ujar salah satu warga.
Ia juga menambahkan bahwa sebenarnya terdapat beberapa lahan yang dinilai layak untuk dijadikan area pemakaman baru. Namun, lahan tersebut merupakan milik warga sehingga memerlukan pembelian oleh pemerintah.
“Di sini ada beberapa lokasi yang cocok, tetapi memang harus dibeli dari pemiliknya. Hal ini seharusnya bisa segera diusulkan ke bupati agar ada alokasi anggaran,” tegasnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Polewali Mandar, dapat merespons aspirasi ini dengan serius.
Penyediaan lahan pemakaman yang lebih mudah diakses dinilai tidak hanya akan mempermudah kegiatan ziarah, tetapi juga menjadi bentuk pelayanan dasar bagi masyarakat.
Hingga saat ini, warga masih menanti langkah nyata dari pemerintah untuk menghadirkan solusi atas persoalan yang telah berlangsung cukup lama tersebut.













