MAJENE, KARABAO.ID – Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kabupaten Majene bekerja sama dengan Gerakan Advokasi Rakyat Sulawesi Barat (Gerak Sulbar) menggelar sosialisasi kelembagaan kelas kelompok nelayan dan program BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan, Sendana 5/11/2026
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) nelayan, memperkuat kelembagaan kelompok, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat pesisir terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun kelembagaan kelompok nelayan yang terorganisasi, aktif, dan memiliki administrasi yang baik.
Keberadaan kelompok nelayan diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga menjadi sarana koordinasi, pengembangan usaha, peningkatan kapasitas, serta memperkuat akses terhadap berbagai program bantuan dan pemberdayaan pemerintah.
Selain penguatan kelembagaan, sosialisasi juga menitikberatkan pada pentingnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan. Mengingat pekerjaan sebagai nelayan memiliki risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi, perlindungan jaminan sosial menjadi kebutuhan penting untuk memberikan rasa aman dalam menjalankan aktivitas melaut.
Melalui program BPJS Ketenagakerjaan, nelayan diharapkan memperoleh perlindungan terhadap risiko pekerjaan sesuai dengan ketentuan dan manfaat program yang berlaku. Dengan demikian, apabila terjadi risiko kecelakaan kerja, nelayan maupun keluarganya memiliki perlindungan sosial yang dapat membantu meringankan beban ekonomi.
Keterlibatan Gerak Sulbar dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat dalam memperluas edukasi serta advokasi mengenai hak-hak perlindungan sosial bagi masyarakat nelayan.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Majene Hj Andi Rahmawaty dalam keterangannya menyampaikan bahwa penguatan kelembagaan dan perlindungan jaminan sosial merupakan dua hal penting yang perlu berjalan beriringan dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan.
“Kami berharap melalui sosialisasi ini, kelompok nelayan di Kabupaten Majene semakin memahami pentingnya kelembagaan yang kuat dan terorganisasi. Di sisi lain, nelayan juga harus memiliki kesadaran bahwa perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan sangat penting, mengingat profesi nelayan memiliki risiko pekerjaan yang tidak kecil,” ungkapnya.
Ia menambahkan, DKP Majene berkomitmen untuk terus mendorong program pemberdayaan nelayan, baik melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan kelompok, maupun perluasan akses terhadap perlindungan jaminan sosial.
Menurutnya, kesejahteraan nelayan tidak hanya diukur dari peningkatan hasil tangkapan, tetapi juga dari kemampuan mereka dalam membangun kelompok yang mandiri serta memperoleh perlindungan ketika menghadapi risiko pekerjaan.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para nelayan di Kabupaten Majene semakin memahami hak dan kewajibannya, memiliki kelembagaan yang lebih kuat, serta terlindungi melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan













