Diduga Bukan Hanya Dibunuh, Keluarga Nursyam Minta Polisi Usut Dugaan Perampokan Emas Ratusan Juta

MAJENE, KARABAO.ID – Fakta baru kembali mencuat dalam kasus tewasnya Nursyam yang terjadi di kelurahan Baruga, Kabupaten Majene. Pihak keluarga korban kini mendesak aparat kepolisian untuk mengusut kemungkinan adanya unsur perampokan dalam kasus tersebut.

Kecurigaan keluarga muncul setelah pihak kepolisian menyerahkan sebuah tas milik korban yang berisi uang tunai senilai Rp120 juta. Namun, saat penyerahan dilakukan, keluarga mempertanyakan keberadaan emas milik korban yang disebut bernilai ratusan juta rupiah.

Menurut pihak keluarga, emas tersebut tidak ditemukan bersama barang bukti yang diserahkan oleh pihak kepolisian. Sementara itu, pihak Polres Majene disebut hanya mengetahui adanya uang tunai di dalam tas saat diamankan.

Baca Juga  Pelajar di Majene Laporkan Dugaan Penipuan, Sebut Merugi dan Butuh Keadilan

Merasa ada kejanggalan, keluarga korban kemudian melakukan penelusuran terkait keberadaan emas tersebut hingga akhirnya melaporkan persoalan itu ke Polres Majene. Namun, hingga kini pihak keluarga mengaku belum mendapatkan tindak lanjut terkait laporan tersebut.

Tidak berhenti sampai di situ, keluarga korban juga mengaku memperoleh informasi baru yang mengarah pada dugaan transaksi emas oleh terduga pelaku. Informasi tersebut menyebutkan bahwa sehari setelah kejadian, terduga pelaku diduga melakukan transaksi di salah satu penggadaian yang berada di pusat pertokoan Majene.

Baca Juga  Mediasi Buntu, Kasus Dugaan Perusakan dan Pencurian yang Dilaporkan Wartawan di Majene Berlanjut ke Tahap Penyidikan

Diketahui, peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Selasa, 5 Mei 2026. Sementara dugaan transaksi di penggadaian disebut terjadi pada 6 Mei 2026 atau sehari setelah kejadian.

Pihak keluarga yang enggan disebutkan identitasnya meminta aparat kepolisian benar-benar mendalami seluruh fakta yang ada, termasuk kemungkinan adanya motif perampokan di balik kasus pembunuhan tersebut.

Baca Juga  Kado Hardiknas, Prodi Ilmu Politik Unsulbar Sabet Akreditasi Unggul

“Kami dari pihak keluarga korban meminta Polres benar-benar mendalami kasus ini, karena kami menduga bukan hanya pembunuhan, tetapi juga ada unsur perampokan. Nilai emas yang hilang bukan sedikit, mencapai ratusan juta rupiah,” ungkap salah seorang keluarga korban.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Majene belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan hilangnya emas maupun informasi transaksi di penggadaian tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *