MAJENE, KARABAO.ID — Pemerintah Kabupaten Majene menegaskan kembali komitmennya sebagai kota pendidikan dalam acara Wisuda Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) Periode November 2025 yang digelar di Auditorium Unsulbar, Sabtu (29/11/2025). Pada momentum tersebut, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi sekaligus sejumlah pesan strategis terkait pendidikan, pembangunan, dan agenda nasional.

Dalam sambutannya, bupati Majene yang diwakili wakil bupati majene menyampaikan permohonan maaf Bupati Majene yang berhalangan hadir. Pemerintah daerah juga mengucapkan selamat atas terselenggaranya wisuda yang dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-17 Unsulbar beberapa hari sebelumnya.
Penetapan Majene sebagai pusat pengelolaan dan pelayanan pendidikan berdasarkan Perda Sulbar No. 1 Tahun 2013 disebut sebagai amanah besar sekaligus tanggung jawab strategis. Pemerintah menilai status tersebut menjadi modal penting bagi Majene untuk berkembang sebagai ikon pendidikan, kebudayaan, sekaligus kota tua yang menyimpan banyak jejak sejarah.
Isu Strategis Kota Pendidikan Dalam pidato Pemerintah Kabupaten Majene menyoroti sejumlah tantangan yang harus dihadapi sebagai daerah yang menjadi tujuan studi ribuan mahasiswa setiap tahun. Setidaknya sekitar 5.000 mahasiswa pendatang masuk setiap tahun, tersebar di lima perguruan tinggi: Unsulbar, STAIN Majene, Universitas Terbuka, STIKES BBM, dan STAI DDI, dengan total mencapai sekitar 20.000 mahasiswa.
Kondisi itu mendorong pentingnya penanganan beberapa isu strategis, antara lain:Ketersediaan cadangan air, yang memerlukan penguatan tata kelola karena tingginya migrasi mahasiswa.Penanganan sampah, yang kini dijalankan melalui program Majene Mapaccing dan Majene Tarrang, yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Dukungan terhadap Agenda NasionalSelain isu lokal, pemerintah juga menekankan pentingnya percepatan penyelesaian persoalan nasional seperti stunting, gizi buruk, kemiskinan ekstrem, dan anak tidak sekolah.
Upaya tersebut, kata pemerintah, harus dilakukan melalui:
1. Perencanaan pembangunan berbasis konsultasi publik.
2. Kolaborasi lintas sektor.
3. Kemitraan yang kuat dengan seluruh perguruan tinggi di Sulawesi Barat.
Pesan untuk Civitas Akademika dan Wisudawan, Pemerintah Majene mengajak perguruan tinggi untuk terus menguatkan Tridharma secara profesional. Selain itu, pemerintah juga mendorong para wisudawan untuk mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
“Dengan gelar baru, semoga para wisudawan memiliki semangat baru, hidup lebih sehat, umur penuh berkah, dan jodoh yang dimudahkan,” ucap pemerintah dalam sambutannya.
Acara ditutup dengan pesan optimisme bahwa sinergi antara Pemerintah Daerah Majene dan Unsulbar akan terus harmonis demi penguatan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Barat.













