Majene,- Mandarras” adalah sebuah Program Gerakan Di Sulawesi Barat untuk meningkatkan Budaya Literasi dikalangan Pelajar. Kata ini berasal dari bahasa Mandar yang berarti “membaca ulang” atau “memahami lebih dalam” SMA/SMK, pada Senin (20/10/2025).
“Mandarras” adalah program unggulan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dengan nama lengkap Gerakan Sulbar Mandarras. Program ini bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi dan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Barat melalui kewajiban bagi siswa SMA/SMK untuk membaca minimal 20 buku sebagai syarat kelulusan.
Sitti Nasrah, S.Pd., M.Pd. Kepala Sekolah SMKN 1 Majene, saat ditemui oleh Tim Media di ruangannya mengatakan bahwa,”Tujuan utama Meningkatkan budaya membaca, menumbuhkan kecerdasan, dan mengatasi keprihatinan terhadap rendahnya indeks literasi dan pembangunan manusia di Sulawesi Barat,” ujar Sitti Nasrah.
Ia menambahkan,”Pelaksanaan Gerakan ini diwajibkan bagi seluruh siswa SMA/SMK di Sulawesi Barat, yang harus membaca minimal 20 judul buku selama masa pendidikan tiga tahun untuk bisa lulus,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Pemprov Sulbar, Mustari Mula yang turut mendampingi Gubernur dalam pertemuan waktu itu, menjelaskan bahwa,”Kehadiran Gubernur Sulbar sebagai narasumber merupakan permintaan langsung dari Perpusnas. Alasannya, karena program inovatif yang digagas Gubernur Sulawesi Barat Dr. H. Suhardi Duka, M.M., yakni Gerakan Sulbar Mandarras yang dinilai sejalan dengan semangat literasi inklusif nasional,” jelas Mustari Mula.
Diketahui beberapa bulan yang lalu, Gubernur Suhardi Duka secara resmi melaunching Gerakan Sulbar Mandarras yang program ini mewajibkan siswa SMA/SMK membaca minimal 20 judul buku selama tiga tahun pendidikan sebagai salah satu syarat kelulusan.
“Inovasi ini dianggap mendukung visi Sulbar Cerdas sekaligus memperkuat budaya literasi di daerah,” tutup Mustari Mula.













