MAJENE, KARABAO.ID – Dalam rangka memperingati Hari Malaria Sedunia yang jatuh pada 25 April, RSUD Majene mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya penyakit malaria yang hingga kini masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan.
Malaria merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Meski tergolong penyakit yang dapat dicegah dan diobati, malaria tetap berisiko tinggi apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Oleh karena itu, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyebarannya.
RSUD Majene mengimbau masyarakat untuk menerapkan langkah-langkah sederhana namun efektif, seperti menggunakan kelambu saat tidur, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindari genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Selain itu, masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, menggigil, sakit kepala, hingga lemas.
Momentum Hari Malaria Sedunia ini juga menjadi pengingat penting bahwa edukasi, pencegahan, dan deteksi dini merupakan kunci utama dalam memutus rantai penularan. Penanganan yang cepat tidak hanya mencegah komplikasi, tetapi juga dapat menyelamatkan nyawa.
Dengan mengusung semangat global “Driven to End Malaria – Now We Can, Now We Must”, RSUD Majene berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang bebas malaria, demi generasi yang lebih sehat dan produktif.













