MAJENE, KARABAO.ID — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan bahwa penutupan sementara SPBU Malunda di Kabupaten Majene dilakukan sebagai bagian dari langkah pengendalian operasional pasca insiden kebakaran.
Langkah ini diambil untuk memastikan aspek keselamatan, keandalan sarana, serta kepatuhan terhadap standar operasional sebelum SPBU kembali melayani masyarakat.
Saat ini, proses evaluasi teknis dan administrasi terhadap SPBU Malunda masih terus berlangsung secara menyeluruh. Evaluasi tersebut meliputi pemeriksaan sarana dan fasilitas, sistem keselamatan, hingga kesiapan operasional agar penyaluran BBM dapat berjalan aman dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar V Fuel, Fandy Achmad, menjelaskan bahwa penutupan sementara merupakan prosedur standar dalam rangka pengamanan operasional pasca insiden.
“Evaluasi SPBU Malunda dilakukan untuk memastikan seluruh aspek operasional telah memenuhi standar keselamatan dan kelayakan. Setelah seluruh tahapan evaluasi dinyatakan terpenuhi, operasional SPBU dapat kembali dijalankan secara bertahap sesuai ketentuan,” ujar Fandy dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).
Di tengah proses evaluasi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan stok BBM tetap dalam kondisi aman di Fuel Terminal. Untuk menjaga kelancaran layanan kepada masyarakat, pengaturan distribusi BBM juga dilakukan melalui SPBU terdekat, salah satunya SPBU Tapalang, yang dapat diakses sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan BBM bagi masyarakat di wilayah Malunda dan sekitarnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, menegaskan bahwa keselamatan dan keberlanjutan layanan menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional.
“Setiap langkah yang diambil mengacu pada prinsip keselamatan dan kepatuhan terhadap regulasi. Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran BBM dilakukan melalui sarana yang telah memenuhi standar, sehingga layanan kepada masyarakat dapat berjalan andal dan berkelanjutan,” jelas Rum.
Selain itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi juga terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait untuk memantau kondisi lapangan serta memastikan distribusi BBM tetap terkendali selama proses evaluasi berlangsung.
Informasi mengenai perkembangan operasional SPBU Malunda akan disampaikan secara berkala sesuai hasil evaluasi yang ditetapkan.Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga ketersediaan energi, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus menjalankan fungsi pengawasan dan pengendalian operasional SPBU secara konsisten guna memastikan layanan energi kepada masyarakat dapat diberikan secara aman, tertib, dan sesuai standar.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, SPBU Malunda masih dalam tahap pembenahan. Sejumlah aktivitas perbaikan terlihat dilakukan, seperti pengecatan ulang rambu-rambu larangan serta pembersihan area bunker atau tangki pendam sebagai bagian dari upaya peningkatan aspek keselamatan dan kesiapan operasional.













