Aksi provokasi dengan menggunakan bendera terus berlanjut dan akhirnya pengrusakan bendera oleh kerumunan mahasiswa terjadi begitu cepat. Melihat benderanya robek aksi anarkis akhirnya terjadi. Demonstran seperti kesetanan kemudian memukul mundur mahasiswi, JA bersama teman temanya mendapat perlakuan kasar, bahkan ia mendapat pukulan keras di area kepala, seketika penglihatannya terganggu, kepala berkunang kunang, dan tubuhnya nyaris jatuh ke tanah. Namun ia berusaha bertahan karena melihat ada temannya yang jatuh dan terinjak.
Belum juga hilang sakitnya, ia mendapat perlakuan yang tidak senonoh, bagian dada atau payudara sebelah kiri diremas dengan keras, bahkan menyisakan tanda cakar dua garis di dada. “Saya kaget kak, shock sekali, dadaku sakit sekali, kepala juga, beruntung saya masih bisa mengamankan diri ke belakang,” ucapnya dengan suara masih bergetar.












