Lagi, Seorang Nelayan di Majene Tewas Tersambar Petir Saat Pukat Ikan

Nelayan majene tewas tersambar petir
Ilustrasi nelayan meninggal. (foto: ist)

MAJENE, Seorang nelayan, warga lingkungan Baurung Kecamatan Banggae Timur, Burhan (38) yang berprofesi sebagai nelayan, tewas tersambar petir di bibir pantai Baurung, Jumat (10/8/2022) sekira pukul 21.30.

Burhan merupakan warga Baurung Majene, istrinya warga Mapilli Kabupaten Polman.

Baca Juga  Pagi Ini, Papua Nugini Diguncang Gempa 7,5 Magnitudo, Terasa Hingga Jayapura

Informasi yang dihimpun, Burhan tewas tersambar petir saat hendak mencari ikan di bibir pantai dengan pukat. Akibatnya, setengah badan korban mengalami luka gosong, lengan atas terkelupas.

Saat menjaring ikan dengan pukat, kondisi saat itu hujan lebat dan disertai kilat dan petir.

Baca Juga  TJC Majene Raih 15 Medali di Kejurnas Virtual Taekwondo Jidokwan Indonesia Seri 3

Kepala lingkungan Baurung, Rahman yang dihubungi mengatakan, korban pertama diketahui tersambar petir oleh temannya.

Saat dibawa ke rumah Sakit, korban Burhan masih sadarkan diri dan masih berbicara.

Baca Juga  Kota Hujan Diguncang Gempa, Segini Kekuatannya

Pada pukul 22.00, Burhan dibawa ke Rumah Sakit, namun sebelum tiba di RS, nyawa korban tak tertolong.

“Hari ini dibawa ke Mapilli untuk dimakamkan, ” ujar Rahman. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *