MAJENE  

Lantunan Lagu “Tomenjari Luyung” di Penutupan Festival Sipamandar 2025 Bikin Penonton Tak Kuasa Tahan Air Mata

MAJENE – Lantunan lagu Tomenjari Luyung yang dibawakan pasangan suami istri dan juga penyanyi legendaris Mandar, Hj. Erni Parewasi dan H. An Amri, pada penutupan Festival Sipamandar 2025 di Stadion Prasamya Mandar, Majene, Selasa (28/10/2025) membuat penonton terharu dan menitikkan air mata.

Suara lembut keduanya seolah membawa penonton kembali ke kenangan indah era 1980-an.

Ketika nada-nada lembut Tomenjari Luyung mulai mengalun, suasana di stadion seketika hening. Tak lama, terdengar isak tangis kecil di antara penonton. Setiap bait lagu itu seakan membuka lembar kenangan lama—masa ketika hidup masih sederhana, dan cinta serta kehilangan tersimpan di ruang ingatan yang hangat.

“Sengaja di closing ceremony Festival Sipamandar kami menghadirkan para legenda penyanyi lagu daerah Mandar. Tujuannya untuk membangkitkan kembali memori masa kecil kita semua, ketika suara mereka hanya bisa kita dengar lewat pita kaset dan radio. Malam ini kita bisa menyaksikan langsung sosok-sosok yang telah menjadi inspirasi dan menghasilkan karya abadi,”
ujar Sufyan Ilbas, Kepala Bidang Seni dan Budaya Dinas Pariwisata Majene.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam melestarikan musik daerah Mandar, lanjut Sufyan, Pemerintah Kabupaten Majene melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memberikan plakat kristal dan piagam penghargaan kepada lima legenda penyanyi Mandar yaitu Hj. Erni Parewasi, H. An Amri, Mamat GS, Hj. Rasty Rahman, dan Iis Gazali.

Baca Juga  Bupati Majene Merasa Kehilangan Sosok Legendaris Pencipta Lagu Daerah

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Rita Mariani, M.Pd., dalam acara Closing Ceremony Festival Sipamandar 2025.

Malam itu, lanjut Fyan, sapaan akrab Sufyan Ilbas, Tomenjari Luyung bukan sekadar lagu. Ia menjadi ruang pertemuan antara musik dan perasaan, antara kenangan dan kerinduan. Sebuah pengingat bahwa di balik setiap nada, selalu ada jiwa yang pernah mencintai dan hati yang setia mengingat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *