Pembinaan Karakter Sejak Dini, SD Negeri 37 Puawang Rutin Gelar Shalat Duha dan Tilawah Al-Qur’an

MAJENE, KARABAO.ID — Dalam upaya membentuk karakter religius dan meningkatkan nilai spiritual peserta didik, SD Negeri 37 Puawang yang terletak di Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, secara konsisten melaksanakan kegiatan keagamaan rutin setiap hari Jumat.

Kegiatan tersebut meliputi shalat duha berjamaah dan pembacaan Al-Qur’an (tilawah) yang dilaksanakan di Masjid Jami darul mujahidin puawang.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan dengan penuh khidmat. Selain menjadi sarana ibadah, program ini juga bertujuan menanamkan nilai-nilai disiplin, kebersamaan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.

Baca Juga  Antusiasme Pengunjung Warnai Kunjungan Museum Mandar Sepanjang Januari

Pelaksanaan kegiatan dipimpin langsung oleh pembina Yayasan Salili Mandar, Bapak mister John brennan yang secara aktif memberikan bimbingan serta motivasi kepada para siswa.

Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup serta membiasakan ibadah sebagai bagian dari rutinitas harian.

Baca Juga  Perusda Majene Mandek di Tengah Peluang Emas PAD

“Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari pembinaan karakter generasi muda agar memiliki akhlak yang baik dan fondasi keimanan yang kuat,” ujarnya.

Para siswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Dengan bimbingan para guru, mereka membaca Al-Qur’an secara tartil dan bersama-sama melaksanakan shalat duha dengan tertib.

Pihak sekolah berharap kegiatan ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan menjadi budaya positif di lingkungan sekolah. Selain itu, program ini diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki nilai spiritual dan moral yang tinggi.

Baca Juga  Instrumen Pelaporan Pemberantasan Korupsi di Sulbar Capai Angka 83,2 persen

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, SD Negeri 37 Puawang menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang holistik, seimbang antara ilmu pengetahuan dan pembinaan akhlak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *