MAMUJU, KARABAO.ID – Pemandangan tak biasa terjadi di pesisir pantai Kelurahan Kasambang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Air laut yang pasang membawa tumpukan potongan kayu bercampur berbagai jenis sampah dan menumpuk di sepanjang garis pantai.

Fenomena tersebut mulai terlihat pada Rabu (28/1/2026). Namun, pada Kamis (29/1/2026), jumlah material yang terbawa air pasang semakin bertambah. Tumpukan kayu dan sampah terlihat tersebar memanjang mengikuti garis pantai, sebagian bahkan terdampar di area yang biasa digunakan warga untuk beraktivitas.
Salah seorang warga Kasambang, Andi Nur Alim, mengatakan kejadian ini pernah terjadi beberapa tahun lalu. Menurutnya, masyarakat pesisir setempat sudah mengenal fenomena serupa yang biasanya muncul saat air laut pasang tinggi.
“Ini bukan pertama kali. Dulu juga pernah terjadi seperti ini, waktu saya masih anak-anak. Air pasang atau rapang kembali membawa kayu dan sampah dalam jumlah banyak,” kata Andi kepada wartawan.
Ia menjelaskan, material yang terbawa terdiri dari potongan kayu beragam ukuran yang bercampur dengan sampah plastik, sisa perabot, dan limbah lainnya.
Kondisi tersebut sontak menarik perhatian warga dan menjadi tontonan masyarakat sekitar.Di tengah warga, berkembang berbagai dugaan mengenai asal-usul tumpukan kayu dan sampah tersebut. Sebagian menduga material itu merupakan kiriman dari wilayah Sumatera yang sebelumnya dilanda banjir bandang.
Dugaan lain menyebutkan material tersebut berasal dari sejumlah daerah di Sulawesi yang juga sempat terdampak bencana banjir, kemudian terbawa arus laut hingga ke pesisir Kasambang.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai sumber pasti material yang terbawa air pasang tersebut.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak berwenang segera turun tangan untuk melakukan penanganan dan pembersihan.Selain mengganggu pemandangan pesisir, tumpukan kayu dan sampah tersebut dikhawatirkan dapat mencemari lingkungan laut serta mengganggu aktivitas nelayan dan warga yang beraktivitas di sekitar pantai.*(EPN)













