MAJENE, KARABAO.ID – Kabar membanggakan datang dari Universitas Sulawesi Barat. Sejumlah dosen dari Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetkan) berhasil lolos dalam Program Pendanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat BIMA Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen dan kualitas sumber daya akademik Unsulbar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Program BIMA sendiri merupakan salah satu skema strategis pemerintah dalam mendorong peningkatan kualitas riset dan pengabdian yang berbasis kebutuhan masyarakat serta potensi lokal.
Para dosen penerima pendanaan dinilai mampu menghadirkan proposal inovatif, khususnya di bidang peternakan dan perikanan, yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan keilmuan, tetapi juga solusi praktis bagi berbagai tantangan di lapangan.
Hal ini sejalan dengan upaya penguatan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan dalam pembangunan daerah.Pihak universitas menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas capaian tersebut.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, serta meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Selain itu, keberhasilan ini juga diharapkan mampu memperluas jejaring kolaborasi riset serta memperkuat kontribusi Unsulbar dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di sektor peternakan dan perikanan yang menjadi potensi unggulan daerah.
Dengan raihan ini, Unsulbar kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui riset yang aplikatif dan berkelanjutan.













