Di Balik Seragam Putih, Bidan Majene Curahkan Suka Duka Mengabdi pada HUT IBI ke-75

MAJENE, KARABAO.IDPerayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Kabupaten Majene tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan, tetapi juga menjadi ruang bagi para bidan untuk mengungkapkan kisah pengabdian yang selama ini jarang terlihat oleh masyarakat.

Bertempat di Villa Azzahra, Leppe, Majene, Minggu (21/6/2026), ratusan bidan yang tergabung dalam Pengurus Cabang IBI Kabupaten Majene mengikuti rangkaian kegiatan HUT dengan penuh semangat. Di balik suasana penuh sukacita, tersimpan kisah perjuangan yang menyentuh tentang profesi yang setiap hari berada di garis terdepan menyambut kehidupan.

Baca Juga  Majene Tegaskan Komitmen sebagai Kota Pendidikan pada Wisuda Unsulbar 2025

Melalui sebuah refleksi bertajuk “Detak Jantung dan Jejak Langkah: Suka Duka di Balik Seragam Putih”, para bidan menggambarkan bahwa profesi mereka bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan kemanusiaan.

“Menjadi seorang bidan adalah memilih jalan sunyi untuk menjadi jembatan kehidupan. Di balik seragam putih yang terlihat rapi, ada malam-malam tanpa tidur, ada panggilan darurat yang mengharuskan kami meninggalkan keluarga demi menyelamatkan ibu dan bayi,” ungkap salah satu bidan dalam refleksi tersebut.

Bagi bidan yang bertugas di wilayah terpencil, tantangan yang dihadapi jauh lebih berat. Mereka harus menembus gelapnya malam, melewati jalan berlumpur, menyeberangi sungai, hingga menjangkau daerah yang sulit diakses. Semua dilakukan dengan satu harapan, agar tidak terlambat memberikan pertolongan bagi ibu yang akan melahirkan.

Baca Juga  Polres Majene Sinergi Bersama Mahasiswa Gelar Baksos Polri Presisi Sambut Ramadhan 1446 H

Meski penuh tantangan dan pengorbanan, seluruh rasa lelah seakan sirna ketika mendengar tangisan pertama seorang bayi yang lahir dengan selamat. Momen tersebut menjadi kebahagiaan yang tidak dapat digantikan oleh apa pun.

Senyum haru seorang ibu yang berhasil melewati proses persalinan, serta ucapan terima kasih dari keluarga pasien, menjadi hadiah paling berharga bagi setiap bidan. Bagi mereka, itulah alasan untuk terus mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Baca Juga  Kondisi Intake IPA PDAM Majene di Galung Lombok: Satu Kali Lagi Hujan Besar, Maka Akan Habis Hanyut

Momentum HUT IBI ke-75 menjadi pengingat bahwa peran bidan tidak hanya membantu proses persalinan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, sekaligus mendampingi keluarga sejak awal kehidupan seorang manusia.

Dengan mengusung semangat “Bidan Kuat, Masyarakat Sehat, Indonesia Hebat,” para bidan di Kabupaten Majene berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, profesionalisme, dan dedikasi dalam mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *