KAMPUS  

Digitalisasi Desa: Mahasiswa KKN Unsulbar Luncurkan Peta Lokasi Online, Akses Desa Lebih Cepat

Majene – Bawa warna baru bagi masyarakat, mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Desa Mosso, Kabupaten Polewali Mandar programkan sepuluh kegiatan, salah satunya peta lokasi digital yang menjadi pusat perhatian warga. Ahad (1/02/2026)

Peta lokasi digital menjadi program kerja unggulan yang mendapatkan apresiasi tinggi dari aparat desa hingga masyarakat.

Sebab diketahui sebelumnya Desa Mosso belum pernah memiliki peta yang terintegrasi secara digital, sebelumnya informasi lokasi hanya mengandalkan penjelasan lisan dan peta manual.

Pada peta lokasi berbasis digital ini, memuat informasi lengkap Desa Mosso mulai dari batas wilayah, jaringan jalan, fasilitas umum, hingga titik-titik lokasi rumah warga.

Baca Juga  Dosen Rangkap Jabatan di Unsulbar Menuai Sorotan

Peta ini dapat diakses dengan mudah dan menjadi media informasi baru bagi pemerintah desa maupun masyarakat.

Supri Rasyid, Kepala Desa Mosso kepada mahasiswa KKN, ungkap apresiasi tinggi, sebab mampu menjawab kebutuhan desa.

“Ini progam yang sangat bermanfaat, peta digital ini membantu kami dalam perencanaan, pembangunan, dan pendataan wilayah, kami sangat berterima kasih,” tuturnya penuh bangga.

Baca Juga  Aspirasi Dosen Unsulbar: Beri Hak Memilih Langsung Wakil Dosen ke Senat Universitas

Antusiasme tidak hanya datang dari pemerintah desa, tapi juga dari warga masyarakat, sebab sangat terbantu atas progam ini.

Salah satu warga desa, menganggap program ini praktis dan relevan terhadap kebutuhan desa.

“Sekarang kalau ada tamu dari luar, tidak bingung lagi, tinggal buka peta, langsung kelihatan lokasinya, ini sangat membantu kami,” pungkas warga tersebut.

Silsisa Juwita Utami, Progam Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) mahasiswa pencetus program, ingin agar Desa Mosso memiliki dokumentasi yang jelas.

Baca Juga  Siang Ini, Mahasiswa Akan Geruduk DPMPTSP Majene, Tuntut Alfamidi dan Indomaret Dihentikan Izinnya

“Melalui peta desa ini, batas wilayah, fasilitas umum, potensi desa, serta kondisi geografis desa dapat terdokumentasi secara jelas dan sistematis,” tuturnya kepada tim Unsulbar News.

Melalui KKN Reguler Unsulbar Gelombang XXVI, mahasiswa tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi desa.

Peta digital Desa Mosso menjadi simbol kolaborasi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan pengabdian, yang diharapkan dapat terus dimanfaatkan oleh pemerintah desa dan masyarakat dalam jangka panjang. (adv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *