POSO – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Poso, Sulawesi Tengah, pada Kamis malam (24/7) pukul 21.06 WITA. Getaran kuat terasa di sejumlah wilayah dan membuat warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pusat gempa berada di darat, tepatnya 70 kilometer barat daya Poso, dengan kedalaman 10 kilometer. Meski tergolong dangkal dan cukup kuat, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Tak butuh waktu lama, lini masa media sosial dipenuhi unggahan warga yang membagikan pengalaman mereka saat gempa terjadi. Banyak dari mereka mengaku panik dan merasakan getaran yang cukup lama.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait dampak kerusakan atau korban akibat gempa tersebut. Namun, pihak berwenang terus memantau situasi di lapangan dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
“Kami masih melakukan pemantauan. Masyarakat diminta tidak terpengaruh informasi yang belum tentu benar. Pastikan hanya merujuk informasi resmi dari BMKG atau BPBD setempat,” ujar seorang pejabat BPBD Sulawesi Tengah.
BMKG juga mengingatkan warga yang berada dekat pusat gempa agar berhati-hati terhadap kemungkinan adanya longsor atau retakan tanah, terutama di wilayah perbukitan dan lereng yang rawan.
Gempa bumi di Poso menjadi pengingat bahwa wilayah Indonesia, yang berada di jalur cincin api, selalu memiliki potensi aktivitas seismik. Kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi bencana alam seperti ini.




