MAJENE, KARABAO.ID – Polemik yang menyeret Kepala Puskesmas Sendana I berinisial ER kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah dugaan persoalan yang disebut muncul sejak ER menjabat sebagai Kepala Puskesmas Malunda hingga kini memimpin Puskesmas Sendana I dinilai belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Sorotan tersebut mencuat setelah sejumlah dokter dan tenaga kesehatan mendatangi rumah jabatan bupati beberapa waktu lalu untuk menyampaikan keluhan terkait kondisi internal Puskesmas Sendana I.
Pertemuan itu diketahui turut dihadiri Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene.
Kedatangan para tenaga medis tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait situasi kepemimpinan di lingkungan puskesmas tersebut.
Sejumlah pihak menilai, langkah para dokter dan tenaga kesehatan mengadu langsung ke pimpinan daerah menjadi sinyal adanya persoalan serius yang perlu segera ditangani.
Tak hanya itu, dugaan kasus lama yang menyeret nama ER juga kembali mencuat. Salah satunya terkait dugaan pelecehan terhadap seorang mahasiswi STIKES Bina Bangsa Majene yang disebut hingga kini belum memperoleh kejelasan penyelesaian.
Salah seorang pihak keluarga yang mengaku mengetahui dugaan kasus tersebut dan enggan disebutkan identitasnya mengatakan, pemerintah daerah seharusnya mengambil langkah tegas demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
“Pemerintah harus mempertimbangkan posisi Kepala Puskesmas Sendana I. Kalau tetap dipertahankan, tentu masyarakat dan jajaran tenaga kesehatan bisa merasa kecewa,” ujarnya.
Ia juga menilai, kedatangan dokter dan tenaga medis ke rumah jabatan bupati menjadi indikasi bahwa kondisi internal di Puskesmas Sendana I sedang tidak baik-baik saja.
“Hadirnya para dokter dan tenaga medis dengan membawa keluhan menunjukkan ada persoalan yang serius di internal puskesmas,” tambahnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah evaluasi demi menjaga stabilitas pelayanan kesehatan. Pasalnya, kondisi kerja yang dinilai tidak kondusif dikhawatirkan dapat berdampak terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Puskesmas Sendana I maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Majene belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai dugaan yang berkembang tersebut.













