KAMPUS  

Ungkapan Hati JA, Korban Pemukulan dan Pelecehan Seksual Saat Aksi HMI di STIKes Bina Bangsa

Demonstrasi HMI Majene STIKES bina bangsa
Aksi demonstrasi HMI Majene di Kampus STIKES Bina Bangsa Majene. (Ist)

Dengan keberanian tersisa, ia berusaha menahan pintu agar tidak bisa dibuka, demonstran yang mencoba untuk masuk. Sangking panik dan ketakutan ia kesulitan mengunci apalagi disamping pintu ada beberapa jendela model nako retro yang terbuka sehingga tangan demonstran nampak masuk melalui celah jendela. Suasana jelas mencekam, teriakan demonstran membuat seisi ruangan aula ikut histeris. ” kayak di film film zombie, yang mengejar dari luar” Ucapnya.

Baca Juga  600 Mahasiswa KKN STAIN Majene Tahun Ini ber KKN Tanpa Atribut

JA mengaku ditunjuk tunjuk disertai teriakan oleh Demonstran apalagi korban JA dapat dikenali dengan jelas oleh Demonstran karena saat hari pertama JA posisinya paling depan dan menghalau / mendorong ban yang dibakar.

Beruntung kejadian tersebut tidak lama, karena pihak kampus dan kepolisian tiba di aula dan mengevakuasi mahasiswi ketakutan.

Baca Juga  Peta Desa Lego Resmi Terpasang, Inisiatif Mahasiswa KKN Unsulbar

Pasca pemukulan dan pelecehan seksual yang ia dialami JA mengaku masih trauma berat. Ia takut bertemu laki laki, termasuk saat mendengar suara berisik dan teriak teriak. JA juga mengaku sulit tidur setiap malam, sehingga membuat kesehatannya terganggu. Sering cemas dan berkeringat dingin di tangan.

Baca Juga  Unsulbar dan Polda Sulbar Bahas Adendum PKS, Perkuat Sinergi Pembentukan Pusat Studi Kepolisian

Sementara untuk trauma fisik, masih dialami hingga saat ini. Mulai dari Sakit kepala ” nyut nyut ” dan perih di area dada.

“Harapanku, pihak kepolisian segera menangkap pelaku, sampai pakai baju orange kan,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *