MAJENE  

Tinggalkan Keluarga untuk Tangkap Ikan, Nelayan Majene Meninggal di Perairan Lombok

Nelayan majene tewas tersambar petir
Ilustrasi nelayan meninggal. (foto: ist)

LOMBOK, Seorang nelayan, Ahmad (43) alias Kapal, asal Lingkungan Tanangan Kelurahan Pangaliali Kecamatan Banggae Kabupaten Majene meninggal di atas perahu bernama Rua Piolo/29 GT, Minggu (16/3/2025) sekira pukul 09.15 wita.

Ahmad atau yang akrab dipanggil Kapal meninggal di atas perahu di perairan selatan pulau Sumbawa saat sedang memancing ikan tuna.

3
Created on
Siapakah yang Layak jadi Wagub Sulbar Dampingi SDK?
  • Tentukan Pilihan Anda

Kepada wartawan, Kasi Humas Polres Lotim Nikolas Osman mengatakan, perahu yang dinahkodai Arifin, juga warga Lingkungan Tanangan Majene berangkat dari pelabuhan perikanan Labuan Lombok pada Rabu, 12 Maret 2025 lalu.

Baca Juga  Penampilan Haddad Alwi di Majene Batal, Panitia Pastikan Refund Penuh dan Acara Tetap Berlanjut

Namun naas, saat Ahmad memancing ikan di atas, dirinya tiba-tiba pingsan dengan kondisi tenggorokan mendengkur.

Kejadian itu pertama kali dilihat oleh Jaswari, rekan sesama ABK atau sawi kapal Rua Piolo.

Baca Juga  Pemda Majene Luncurkan "Senam Anak Indonesia Hebat" untuk Tanamkan Gaya Hidup Sehat di Sekolah

Melihat kondisi itu, korban Ahmad alias Kapal, langsung dibawa ke atas Kapal dan dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapat pertolongan.

“Namun dalam perjalanan, Ahmad Meninggal dunia sekitar pukul 09.15 Wita,” ujarnya.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke pihak pelabuhan Labuan Lombok.

Saat diperiksa oleh dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan keluarga korban menolak untuk diotopsi.

Baca Juga  Murahnya Mangga Manis Jaoge di Majene, dengan Rp 3 Ribu, Bisa Nikmati Satu Keluarga

Penyebab pasti kematian korban belum diketahui, namun kuat dugaan korban meninggal karena penyakit jantung.

Menurut informasi yang dihimpun, saat ini, jenazah korban dipulangkan ke kampung halamannya di Tanangan dengan menggunakan kapal Perahu dan hingga berita ini tayang, jenazah belum tiba di rumah duka di Tanangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *