MAJENE, KARABAO.ID — Sebuah mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menjadi sorotan masyarakat setelah diduga digunakan di luar peruntukannya pada momen libur Hari Raya. Kendaraan yang seharusnya dipakai untuk distribusi makanan bergizi itu terlihat mengangkut sejumlah warga dewasa dan anak-anak untuk bepergian.
Mobil tersebut bahkan sempat terlihat singgah di salah satu toko untuk berbelanja, memicu perhatian warga sekitar. Dugaan penggunaan kendaraan operasional MBG untuk aktivitas wisata dan keperluan pribadi pun menuai kritik dari masyarakat.
Warga menilai penggunaan mobil operasional MBG secara sembarangan dapat mencoreng tujuan utama program yang selama ini digadang-gadang sebagai upaya pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.
“Kalau benar dipakai untuk jalan-jalan atau membawa masyarakat, itu sangat disayangkan. Mobil itu seharusnya khusus untuk mengantar makanan, bukan dipakai bebas seperti mobil pribadi,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Dalam ketentuan operasional program MBG, kendaraan distribusi makanan memang diperuntukkan secara khusus untuk mengantar makanan bergizi kepada penerima manfaat. Penggunaan kendaraan di luar distribusi makanan disebut dilarang demi menjaga standar kebersihan, higienitas, serta keamanan pangan.
Mobil operasional MBG diketahui menggunakan standar khusus atau food grade agar makanan yang diangkut tetap steril dan aman saat diterima masyarakat. Karena itu, penggunaan kendaraan untuk membawa penumpang atau aktivitas lain dinilai berpotensi melanggar prosedur operasional.
Selain alasan higienitas, penggunaan kendaraan operasional untuk keperluan di luar distribusi juga dianggap dapat menimbulkan risiko keselamatan dan penyalahgunaan fasilitas program pemerintah.
Masyarakat pun meminta pihak terkait, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN), agar turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap dugaan penyalahgunaan kendaraan operasional tersebut.
“Program MBG ini bagus untuk masyarakat. Jangan sampai kepercayaan publik rusak hanya karena ada oknum yang memakai fasilitas seenaknya,” kata warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola operasional MBG maupun instansi terkait mengenai dugaan penggunaan kendaraan tersebut.
Namun warga berharap ada klarifikasi sekaligus evaluasi agar kendaraan operasional program pemerintah digunakan sesuai aturan dan peruntukannya.













