MAJENE, KARABAO.ID — Pemerintah Kabupaten Majene mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4/SE/HK/2025 sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem. Edaran tersebut ditujukan kepada seluruh Camat, Kepala Desa, dan Lurah, serta berlaku di seluruh wilayah Kabupaten Majene.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Dalam Negeri melalui Surat Nomor 3000.2.8/9333/SJ tanggal 18 November 2025 dan Surat Edaran Gubernur Sulawesi Barat Nomor 50 Tahun 2025. Kedua regulasi tersebut menekankan perlunya peningkatan kewaspadaan terhadap bencana yang kerap muncul pada periode cuaca ekstrem, seperti banjir, longsor, dan gelombang tinggi.
Dalam surat edaran tersebut, pemerintah daerah meminta seluruh jajaran di tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan untuk memperkuat upaya preventif, antara lain:
mengintensifkan edukasi publik mengenai risiko bencana hidrometeorologi.
mengoptimalkan kebersihan lingkungan di fasilitas publik dan permukiman rawan.
menegakkan larangan penebangan hutan secara ilegal.
menyampaikan imbauan kepada nelayan agar menghindari aktivitas melaut saat kondisi cuaca buruk atau gelombang tinggi.
Pemerintah daerah juga menginstruksikan pembentukan dan aktivasi call center Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai pusat pelaporan kejadian bencana.
Kepala BPBD Majene SUARDI. S.Ag menyatakan bahwa kesiapsiagaan masyarakat memegang peranan penting dalam meminimalkan dampak bencana.
“Surat edaran ini bukan hanya bersifat administratif, tetapi merupakan panggilan kewaspadaan bagi seluruh masyarakat. Kami meminta pemerintah kecamatan hingga desa untuk segera menjalankan langkah-langkah yang diarahkan, termasuk pendataan wilayah rawan serta memastikan jalur evakuasi benar-benar siap digunakan.”ucap kepala BPBD
Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan melapor cepat jika terjadi potensi bencana.
“Kami sudah menyiapkan call center BPBD agar warga dapat melaporkan kejadian secara real time. Informasi cepat dari masyarakat sangat membantu tim kami bergerak lebih awal, terutama pada situasi yang berisiko tinggi seperti banjir bandang atau longsor,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Majene mengimbau seluruh elemen masyarakat tetap proaktif dan mematuhi instruksi yang telah ditetapkan. Kewaspadaan kolektif dianggap sebagai kunci utama untuk menjaga keselamatan warga di tengah meningkatnya dinamika cuaca ekstrem.













