Majene — Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lembang kabupaten Majene, Arwin membantah pemberitaan soal dugaan makanan tidak layak konsumsi yang disajikan di SMPN 2 Majene. Sebelumnya, beredar kabar pada Jumat, 12 Desember 2025, bahwa lauk makanan di sekolah tersebut dalam kondisi basi dan telur setengah matang.
Ditemui di ruang kerjanya, Selasa (16/12/2025), Arwin dengan ramah menerima wartawan dan mengatakan, pihaknya cukup teliti dan tidak pernah mendistribusikan makanan yang tidak layak konsumsi ke sekolah untuk keperluan MBG.
“Informasi itu kurang tepat. Kami sangat teliti dalam proses memasak dan pendistribusian makanan. Seluruh proses diawasi langsung, ” katanya.
Ia juga menyebutkan, hingga saat ini tidak ada pemberitahuan resmi dari pihak sekolah maupun guru SMPN 2 Majene terkait keluhan makanan basi. Pihak MBG, kata dia, selalu berupaya menjaga kualitas makanan demi menjaga kepercayaan dan nama baik instansi.
Sementara itu, salah seorang staf bagian dapur SPPG Lembang, Ashadi mengatakan, pihaknya sama sekali tidak pernah memasukkan lauk basi ke dalam kemasan. “Seluruh makanan dikemas sesuai standar setelah melalui proses pengecekan,” tegasnya
Kalau ada yang merasa lauknya basi, lanjutnya, kemungkinan terjadi karena makanan dimasukkan ke dalam kemasan saat masih panas, sehingga memengaruhi aroma, tetapi itu tidak basi dan layak konsumsi.
“Kami bekerja sebaik mungkin dan bertanggung jawab atas kualitas makanan yang kami sajikan,” katanya.
Laporan: S. Atjo Puanna Pandi













