MAJENE  

SPPG Tammeroddo Tarik Roti Bermasalah, Bantah Salurkan Makanan Berjamur

MAJENE, KARABAO.ID – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Tammeroddo, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Ardi, membantah keras informasi yang menyebut pihaknya hampir menyalurkan roti berjamur kepada siswa dalam Program Makan Bergizi (MBG).

Ardi menegaskan bahwa isu tersebut tidak sepenuhnya benar dan cenderung menyesatkan karena tidak disertai kronologi yang utuh. Menurutnya, penyaluran makanan kering berupa roti dilakukan pada Jumat. Pada hari yang sama, SPPG menerima laporan adanya roti yang secara visual mulai bermasalah.

Menindaklanjuti laporan tersebut, SPPG langsung menahan distribusi dan menarik roti dari sekolah-sekolah yang telah menerima. Pihaknya juga berkomitmen untuk mengganti roti yang ditarik.

Baca Juga  184 Supir Petepete di Majene Terima Bantuan Subsidi Senilai Rp 435 Juta Lebih

“Pada hari itu juga kami langsung menarik roti yang dilaporkan bermasalah. Bahkan sebelum penarikan, kami sempat melakukan pengecekan sampel dan saat itu masih dalam kondisi layak konsumsi,” kata Ardi.

Ia menjelaskan, foto roti berjamur yang beredar luas di media sosial dan pesan WhatsApp bukan diambil pada hari penyaluran, melainkan pada Sabtu, setelah proses penarikan dilakukan. Roti tersebut diketahui tertinggal di salah satu sekolah karena luput diambil oleh sopir MBG saat proses penarikan.

Baca Juga  Rekrutmen SPPG MBG di Majene Dipusatkan BGN: Kades Dilarang Intervensi, Prioritaskan Warga Lokal

“Roti itu tertinggal di sekolah dan baru difoto keesokan harinya. Kondisi jamur yang parah terjadi setelah roti tersebut tidak lagi berada dalam rantai distribusi kami,” ujarnya.

Ardi menyayangkan beredarnya foto dan informasi tersebut tanpa penjelasan kronologis yang lengkap, sehingga menimbulkan persepsi keliru di masyarakat seolah-olah SPPG tetap menyalurkan makanan tidak layak konsumsi kepada siswa.

“Kami pastikan tidak ada roti berjamur yang dibagikan kepada siswa. Semua roti yang dilaporkan bermasalah sudah ditarik dan diganti,” tegasnya.

Baca Juga  WALHI Sulbar Peringatkan Ancaman Banjir dan Rob Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang

Meski demikian, Ardi mengakui adanya kelalaian teknis di lapangan, khususnya terkait roti yang tertinggal saat penarikan. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan menegaskan bahwa kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi serius.

“Kami terbuka untuk diaudit dan dievaluasi. Keselamatan dan kesehatan anak-anak tetap menjadi prioritas utama kami, dan pengelolaan MBG di SPPG Tammeroddo tetap mengacu pada petunjuk teknis yang berlaku,” pungkas Ardi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *