MAJENE  

SPBU Malunda Ditutup Sementara Pasca Insiden Kebakaran, Warga Desak Hasil Pemeriksaan Segera Disimpulkan

MAJENE, KARABAO.ID — Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Malunda, Kabupaten Majene, ditutup sementara atas perintah Pertamina menyusul insiden munculnya api saat proses pembongkaran bahan bakar minyak (BBM) pada Senin malam, 19 Januari 2026, sekitar pukul 23.00 Wita.

Pantauan awak media pada Selasa (20/1/2026) menunjukkan SPBU Malunda sempat beroperasi pada pagi hari. Namun sekitar pukul 13.00 Wita, seluruh aktivitas pengisian BBM dihentikan dan SPBU dinyatakan ditutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan.Informasi tersebut disampaikan oleh petugas SPBU yang berjaga di lokasi.

“Tadi pagi masih sempat beroperasi, tetapi sekitar pukul satu siang kami mendapat perintah untuk menutup sementara SPBU sampai waktu yang belum ditentukan,” ujar salah satu petugas.

Baca Juga  Isu Pelibatan Pihak Ketiga Dibantah, Bimtek 2025 Resmi Dikelola Disdikpora Majene

Insiden ini kembali menyoroti penerapan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan, khususnya saat proses pembongkaran BBM dari mobil tangki ke tangki timbun bawah tanah, serta pengawasan pihak Pertamina terhadap operasional SPBU di lapangan.

Sebelumnya, awak media telah berupaya meminta klarifikasi kepada pemilik SPBU Malunda, Casairin Catur Putra. Namun yang bersangkutan enggan memberikan keterangan dan meminta media mengonfirmasi langsung kepada pihak Pertamina dan instansi terkait.

“Saya enggan berkomentar. Silakan konfirmasi langsung ke Pertamina,” ujarnya singkat.

Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan penyelidikan atas insiden tersebut masih terus berlangsung. Hingga kini, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab pasti munculnya api di area SPBU.

Baca Juga  Pemkab Majene Gelar Upacara HKN dan Serahkan SK PPPK Tahap II untuk 80 Guru dan Tenaga Kesehatan

“Hasil pemeriksaan masih dalam tahap pendalaman,” ujar sumber dari kepolisian.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, terdapat dugaan sementara bahwa api dipicu oleh percikan rokok dari aktivitas sejumlah anak-anak yang nongkrong di sekitar area depan SPBU. Namun dugaan tersebut masih bersifat awal dan belum dapat dipastikan kebenarannya sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.

Penutupan SPBU Malunda mulai berdampak pada aktivitas masyarakat. Warga mendesak agar pihak terkait segera melakukan investigasi secara menyeluruh dan menyimpulkan hasil pemeriksaan agar SPBU dapat kembali beroperasi.

Usman, seorang petani asal Desa Lombo, mengungkapkan bahwa ketersediaan BBM sangat vital bagi masyarakat setempat.

Baca Juga  Pembinaan Karakter Sejak Dini, SD Negeri 37 Puawang Rutin Gelar Shalat Duha dan Tilawah Al-Qur’an

“Hampir semua nelayan dan petani di sini bergantung pada BBM. Pertalite sangat kami butuhkan, termasuk untuk mesin doros padi. Kami berharap SPBU bisa segera dibuka kembali setelah ada kejelasan,” ujarnya.

Masyarakat berharap pihak Pertamina dan instansi berwenang dapat bergerak cepat, tidak hanya untuk memastikan aspek keselamatan, tetapi juga mempertimbangkan dampak ekonomi bagi nelayan dan petani yang sangat bergantung pada pasokan BBM.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak Pertamina dan akan terus melakukan pemantauan serta penelusuran lanjutan sebagai bentuk pengawasan publik terhadap penerapan SOP keselamatan dan pengelolaan SPBU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *