MAJENE, KARABAO.ID – Keluhan warga terkait kebisingan dan parkir kendaraan pada kegiatan wahana hiburan hoya-hoya di Lapangan Tasinara, Kecamatan Malunda, mulai mendapatkan respons dari pemerintah setempat, pihak kepolisian, hingga pengelola wahana.
Lurah Lamongan Batu, Lukman, menyampaikan bahwa pihak kelurahan telah menindaklanjuti laporan masyarakat dengan berkoordinasi bersama pihak keamanan guna menjaga ketertiban dan kenyamanan warga sekitar.
“Terkait laporan warga tersebut, kami akan komunikasikan dengan pihak keamanan agar dapat ditindaklanjuti, demi menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat setempat serta tidak merugikan satu sama lain, baik pihak pengelola hoya-hoya maupun warga,” ujar Lukman saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Malunda menjelaskan bahwa kegiatan hoya-hoya tersebut telah mengantongi izin resmi berdasarkan rekomendasi dari pemerintah setempat. Pihak kepolisian juga memastikan tidak ditemukan adanya aktivitas perjudian selama kegiatan hiburan berlangsung.
“Terkait keluhan warga, kami akan memanggil pihak pengelola wahana hiburan untuk dilakukan pembahasan bersama. Kami akan meminta agar disediakan petugas parkir serta dilakukan pengendalian volume suara, khususnya wahana rumah hantu, terutama pada jam istirahat anak-anak,” ujar salah seorang anggota Polsek Malunda.
Lebih lanjut, pihak kepolisian menyampaikan bahwa izin operasional wahana hiburan tersebut juga telah melalui kesepakatan dengan pengelola lapangan sepak bola Legend serta pemilik lahan Lapangan Tasinara.
Kepolisian pun mengapresiasi masukan dari masyarakat dan menegaskan komitmennya untuk menjaga ketertiban umum dengan tetap mempertimbangkan kepentingan semua pihak.
Di sisi lain, pengelola wahana hiburan hoya-hoya yang ditemui di lokasi menjelaskan bahwa persoalan parkir sebelumnya telah dikomunikasikan dengan penanggung jawab lapangan sepak bola Legend. Pihak Legend disebut telah menyatakan kesediaannya untuk membantu pengaturan parkir selama kegiatan berlangsung.
Terkait insiden perkelahian yang sempat terjadi, pengelola menyebut situasi dapat segera diamankan oleh petugas Bhabinkamtibmas yang berjaga di lokasi.
“Alhamdulillah, kejadian semalam bisa langsung diamankan oleh petugas. Untuk persoalan suara rumah hantu, kami akui itu karena kelalaian penjaga yang lupa mematikan sound system,” ujar penanggung jawab wahana hiburan.
Pihak pengelola pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Malunda atas ketidaknyamanan yang terjadi serta berjanji akan segera berkoordinasi kembali dengan pihak Legend terkait pengelolaan parkir.
“Kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Malunda atas ketidaknyamanannya. Kami akan melakukan evaluasi dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya.













