Miris, Sepasang Lansia di Pamboang Hidup di Rumah Hampir Roboh Luput dari Bantuan

MAJENE, KARABAO.ID – Bau menyengat menjadi kesan pertama saat memasuki rumah yang ditempati Musa (76) dan Yuna (69), sepasang lanjut usia yang hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan di Kecamatan Pamboang, lingkungan taduang Kelurahan Lalampanua, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.

Rumah yang mereka huni nyaris tak lagi layak disebut tempat tinggal. Dapur dilaporkan telah roboh, sementara atap rumah rusak parah dan rawan ambruk. Bangunan tua itu berdiri rapuh, mengancam keselamatan penghuninya setiap saat, terlebih saat hujan dan angin kencang melanda.

Baca Juga  Diduga Menabrak, Dana Pupuk 2025 Dialihkan ke Kegiatan Sosialisasi Desa Tammerodo Utara

Dalam keterbatasan ekonomi yang ekstrem, Musa dan Yuna menjalani hari-hari mereka tanpa penghasilan tetap. Untuk sekadar memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, pasangan lansia ini hanya mengandalkan kepedulian dan kerelaan warga sekitar. Tanpa bantuan tersebut, mereka nyaris tak memiliki apa-apa untuk bertahan hidup.

Ironisnya, kondisi memilukan ini baru terungkap belakangan. Data di lapangan menunjukkan masih ada lansia yang hidup sebatang kara, jauh dari standar kehidupan layak, dan luput dari perhatian program bantuan sosial pemerintah.

Baca Juga  Sosialisasi Rencana Pembangunan Jetty di Pamboang, PT Cadas Industri Azelia Mekar Buka Ruang Dialog dengan Masyarakat

Padahal, Pemerintah Kabupaten Majene bersama lembaga zakat dan instansi terkait diketahui memiliki sejumlah program bantuan, seperti Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) bagi lansia.

Namun, kasus Musa dan Yuna menjadi bukti masih adanya celah dalam pendataan dan penjangkauan di tingkat bawah.Situasi ini menegaskan pentingnya peran aktif perangkat kelurahan, komunitas sosial, dan masyarakat setempat untuk lebih peka terhadap kondisi warga rentan di sekitarnya.

Baca Juga  RSUD Kabupaten Majene Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Tiroid di Bulan Kesadaran Tiroid 2026

Pelaporan dini dan penanganan darurat dinilai krusial agar kejadian serupa tidak terus berulang.Kisah Musa dan Yuna menjadi potret nyata bahwa masih ada warga yang hidup dalam bayang-bayang kemiskinan ekstrem, menanti uluran tangan dan perhatian dari semua pihak agar dapat menjalani masa tua dengan lebih layak dan manusiawi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *