Dokter dan Nakes Puskesmas Sendana I Datangi Rujab Bupati, Tolak Kepemimpinan Kapus Gegara Dana Kapitasi Tak Cair

MAJENE, KARABAO.ID — Gejolak internal terjadi di Puskesmas Sendana I, Kabupaten Majene. Tiga dokter bersama sejumlah tenaga kesehatan mendatangi rumah jabatan (rujab) Bupati Majene untuk menyampaikan laporan langsung terkait dugaan buruknya manajemen keuangan dan kepemimpinan Kepala Puskesmas Sendana I.

Kedatangan para tenaga medis tersebut bukan tanpa alasan. Mereka mengaku kecewa karena dana kapitasi dan non kapitasi yang menjadi hak pegawai hingga kini belum juga dibayarkan. Kondisi itu disebut telah berlangsung berulang kali dan menimbulkan keresahan di lingkungan kerja puskesmas.

Dalam pertemuan tersebut, para dokter dan tenaga kesehatan bahkan membawa lembar pernyataan berisi nama serta tanda tangan pegawai yang menyatakan tidak lagi percaya terhadap kepemimpinan kepala puskesmas saat ini.

Baca Juga  Basarnas Terima Laporan Nelayan Hilang di Perairan Sumakuyu, Identitas Korban Mulai Diketahui

Menurut informasi yang dihimpun, keterlambatan pembayaran diduga disebabkan dana masih tersimpan di Bank Sulselbar Cabang Majene dan belum dilakukan penarikan oleh pihak puskesmas.

Sejumlah tenaga kesehatan mengaku sempat mencari kepastian langsung ke pihak bank terkait alasan keterlambatan pencairan dana tersebut. Namun, dari penjelasan yang diterima, pihak bank disebut tidak memiliki aturan yang menghambat penarikan dana sebelum waktu tertentu.

“Pihak bank menyampaikan tidak ada aturan yang melarang penarikan dana. Justru disebutkan keterlambatan sering terjadi karena pihak puskesmas lambat melakukan penarikan. Kami juga bingung apa alasannya,” ungkap salah seorang perawat yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Baca Juga  Kepala SPPG Tamerodo Angkat Bicara soal Roti MBG Berjamur

Kondisi itu memicu kekecewaan pegawai hingga akhirnya mereka memilih melapor langsung ke Bupati Majene dan meminta pemerintah daerah segera turun tangan melakukan evaluasi terhadap manajemen Puskesmas Sendana I.

Para tenaga kesehatan menilai persoalan keterlambatan pembayaran bukan lagi kejadian baru. Mereka mengaku masalah serupa telah berulang kali terjadi dan berdampak besar terhadap motivasi kerja pegawai.

“Ini sudah sering terjadi. Pegawai jadi resah dan semangat kerja menurun karena hak-hak mereka terlambat dibayarkan,” ujar salah seorang sumber internal puskesmas.

Tidak hanya berdampak pada pegawai, keterlambatan pencairan dana juga disebut mulai memengaruhi pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Baca Juga  Hujan Deras Disertai Angin Kencang Lumpuhkan Aktivitas di Majene

Salah seorang tenaga kesehatan mengungkapkan stok obat di Puskesmas Sendana I sempat mengalami kekurangan lantaran proses operasional menunggu pencairan dana.

Situasi tersebut membuat para dokter dan tenaga kesehatan mendesak Pemerintah Kabupaten Majene mengambil langkah tegas demi menjaga stabilitas pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Sendana.

Mereka berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan Kepala Puskesmas Sendana I agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Puskesmas Sendana I belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlambatan pembayaran dana kapitasi dan non kapitasi tersebut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *