SPBU Disorot, Nelayan Majene Curiga Praktik Pallansir Jadi Penyebab Solar Langka

MAJENE, KARABAO.ID  – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang disertai lonjakan harga membuat aktivitas nelayan di Kabupaten Majene terganggu. Sejumlah nelayan bahkan memilih tidak melaut karena kesulitan mendapatkan solar untuk operasional perahu mereka, Minggu (17/5/2026).

Kondisi tersebut memicu keresahan di kalangan nelayan, khususnya di wilayah Pangali-Ali. Mereka mengaku dalam sepekan terakhir harus antre berjam-jam di SPBU demi memperoleh solar, namun stok sering kali habis sebelum giliran mereka tiba.

Di tengah situasi itu, nelayan juga menyoroti adanya aktivitas yang dinilai tidak wajar di sejumlah SPBU di Majene. Beberapa kendaraan seperti mobil pick up dan motor roda tiga atau bentor disebut kerap terlihat melakukan pengisian BBM berulang kali.

Baca Juga  184 Supir Petepete di Majene Terima Bantuan Subsidi Senilai Rp 435 Juta Lebih

Fenomena tersebut memunculkan dugaan adanya praktik “pallansir” atau penimbunan BBM yang diduga menjadi salah satu penyebab kelangkaan solar di tingkat nelayan.

Salah seorang nelayan, Rafiuddin, menilai aparat penegak hukum perlu segera turun tangan untuk menyelidiki aktivitas mencurigakan yang terjadi secara terang-terangan di SPBU.

“Ini memang masih dugaan, tetapi secara logika tidak mungkin aktivitas seperti itu terus terjadi kalau tidak ada pengawasan. Apalagi saat ini nelayan sudah dibatasi dalam penggunaan BBM,” ujar Rafiuddin.

Baca Juga  DPRD Majene Gelar Sosialisasi Arah Pembangunan 2027 dan Kamus Usulan Pokok Pikiran

Ia menegaskan, praktik serupa tidak hanya ditemukan di satu SPBU, tetapi juga diduga terjadi di sejumlah lokasi lainnya di Kabupaten Majene.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele karena berdampak langsung terhadap mata pencaharian nelayan kecil yang sangat bergantung pada ketersediaan solar bersubsidi.

“Pihak kepolisian jangan tinggal diam. Aktivitas tidak wajar yang diduga dilakukan pallansir ini harus segera diantisipasi dan ditindak tegas karena diduga memicu kelangkaan solar di Majene,” tegasnya.

Baca Juga  Detik-detik Mencekam di SPBU Malunda, Kebakaran Terjadi Saat Pengisian BBM

Selain sulit didapat, harga solar di tingkat pengecer juga disebut mengalami kenaikan yang tidak wajar. Situasi itu membuat biaya operasional melaut semakin tinggi dan memberatkan nelayan tradisional.

Sejumlah nelayan berharap pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dan pihak terkait segera melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi BBM subsidi agar penyalurannya tepat sasaran.

Mereka juga meminta adanya langkah konkret untuk menjamin ketersediaan solar bagi nelayan agar aktivitas melaut dan roda perekonomian masyarakat pesisir tidak lumpuh akibat krisis BBM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *