MAJENE  

DKP Majene Dukung Penataan Kawasan Wisata Mangrove Tamo, Dorong Jadi Ikon Wisata Bahari

MAJENE, KARABAO.ID – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Majene menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi wisata bahari dan pelestarian lingkungan pesisir.

Hal tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Majene dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terkait proposal usulan penataan objek kawasan wisata Mangrove Tamo, yang berlokasi di Kelurahan Baurung, Kabupaten Majene, pada 14 Oktober 2026.

Kegiatan FGD tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam membahas rencana pengembangan dan penataan kawasan wisata Mangrove Tamo agar dapat dikelola secara lebih terarah, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga  Daya Tampung UNSULBAR 2026/2027 Meningkat, Persaingan Masuk Kian Ketat

Kehadiran Kepala DKP Majene dalam forum tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi kawasan pesisir sebagai destinasi wisata bahari yang memiliki nilai ekologis, edukatif, sekaligus ekonomis.

Kawasan mangrove tidak hanya memiliki daya tarik sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, melindungi garis pantai dari abrasi, menjadi habitat berbagai biota laut, serta mendukung keberlangsungan sumber daya perikanan.

Melalui penataan yang tepat, kawasan Wisata Mangrove Tamo diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi unggulan yang mampu menarik kunjungan wisatawan, membuka peluang ekonomi masyarakat, serta meningkatkan kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

Baca Juga  Sorotan Anggaran Media Rp200 Juta di Kominfo Majene, Wartawan Senior: Peruntukannya Sudah Disepakati Bersama

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Majene Hj.Andi Rahmawaty, SH., M.M dalam komentarnya menyampaikan bahwa pengembangan kawasan Mangrove Tamo perlu mendapat dukungan dan perhatian bersama, mengingat kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata bahari berbasis lingkungan.

“DKP Kabupaten Majene tentu mendukung upaya penataan dan pengembangan kawasan wisata Mangrove Tamo. Kami berharap pengembangannya tidak hanya berorientasi pada sektor pariwisata, tetapi juga tetap memperhatikan aspek kelestarian ekosistem mangrove dan keberlanjutan lingkungan pesisir. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan,” ungkapnya.

Baca Juga  Hujan Deras Disertai Angin Kencang Lumpuhkan Aktivitas di Majene

Ia juga berharap melalui sinergi seluruh pihak, kawasan Mangrove Tamo dapat dikelola secara optimal dan menjadi salah satu destinasi wisata kebanggaan Kabupaten Majene.

Pengembangan kawasan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat potensi wisata bahari Majene sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

Mari bersama mewujudkan Mangrove Tamo sebagai ikon wisata bahari kebanggaan Kabupaten Majene, dengan tetap menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *