Basarnas Terima Laporan Nelayan Hilang di Perairan Sumakuyu, Identitas Korban Mulai Diketahui

MAJENE, KARABAO.ID – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menerima laporan terkait seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Dusun Sumakuyu, Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Kanit SAR Unit Majene, Agustan, saat dikonfirmasi secara terpisah membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan persiapan untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban.

Baca Juga  Gempa Bumi di Sulbar, Gempa Susulan di Barat Laut Majene Satu Jam Lalu

“Laporan sudah kami terima. Saat ini kami sementara melakukan persiapan dan telah berkoordinasi dengan SAR Provinsi Sulawesi Barat di Mamuju untuk mendukung proses pencarian,” ujar Agustan.

Informasi terbaru yang diterima redaksi menyebutkan bahwa identitas korban diketahui bernama Muhammad Rifai. Namun demikian, hingga kini asal daerah maupun alamat lengkap korban belum dapat dipastikan dan masih dalam tahap penelusuran oleh pihak terkait.

Baca Juga  Polres Majene Tangkap Warga Polman Terduga Pengedar Sabu Hasil Pengembangan Kasus

Sebelumnya, sebuah perahu nelayan ditemukan dalam kondisi terdampar di pesisir pantai Dusun Sumakuyu tanpa adanya pemilik di lokasi. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan oleh warga setempat kepada pihak berwenang, yang selanjutnya diteruskan ke Basarnas.Dugaan sementara, korban terjatuh dari perahu saat sedang melaut.

Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil penyelidikan dan keterangan resmi dari pihak berwenang.

Baca Juga  Papua Diguncang Gempa 6,2 Magnitudo

Hingga saat ini, proses pencarian terhadap korban masih terus dilakukan dengan melibatkan unsur SAR dan pihak terkait lainnya. Basarnas mengimbau masyarakat, khususnya nelayan setempat, untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Redaksi akan terus memantau perkembangan dan menyampaikan informasi terbaru seiring dengan adanya keterangan resmi dari Basarnas maupun pihak terkait lainnya.*(EPN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *