Hari Jadi Majene ke-481, Akses Jalan Pelosok Kembali Jadi Sorotan DPRD

MAJENE, KARABAO.ID – Kondisi akses jalan yang menghubungkan Desa Lombang-Lombang Timur dengan Salutahongan di Kecamatan Malunda, serta sejumlah ruas jalan di Kecamatan Ulumanda, kembali menjadi sorotan dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Majene ke-481 yang digelar, Sabtu (15/8/2026).

Sorotan tersebut disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Majene dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Sudirman, yang menilai persoalan infrastruktur jalan di wilayah pegunungan dan pelosok Majene masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Dalam sambutannya pada rapat paripurna Hari Jadi Majene, Sudirman mengingatkan bahwa persoalan serupa telah ia sampaikan pada momentum yang sama tahun lalu. Namun, setelah satu tahun berlalu, kondisi sejumlah akses jalan tersebut dinilai belum mengalami perubahan yang signifikan.

“Persoalan ini sudah pernah saya sampaikan pada momentum yang sama tahun lalu mengenai akses jalan yang menghubungkan Desa Lombang-Lombang Timur dengan Salutahongan di Kecamatan Malunda, serta beberapa ruas jalan di Kecamatan Ulumanda,” ujar Sudirman.

Baca Juga  Persoalan Terbesar di Sulbar, Akmal Malik Minta BPK Audit Kinerja Penanganan Stunting di Kabupaten

Menurutnya, akses jalan yang sulit tidak hanya berdampak pada aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar warga, terutama dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini masih terdapat warga yang harus ditandu sejauh beberapa kilometer ketika sakit untuk mendapatkan akses menuju fasilitas kesehatan.

“Yang lebih memprihatinkan, ketika ada warga yang sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan, mereka harus ditandu beberapa kilometer untuk dapat keluar dari wilayah tersebut,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, kata Sudirman, menunjukkan bahwa pemerataan pembangunan masih menjadi tantangan besar di Kabupaten Majene, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan dan daerah terpencil.

Baca Juga  Garap 35 Hektar Lahan, Sulbar Kembangkan Benih Induk Hortikultura di Luyo

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat agar memberikan perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur jalan di wilayah tersebut. Harapan itu juga disampaikan langsung di hadapan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat yang hadir mewakili Gubernur Sulbar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Majene ke-481.

“Kami berharap agar kondisi ini dapat menjadi perhatian serius dan memperoleh tindak lanjut yang nyata, sehingga tidak terus menjadi permintaan yang berulang dari rapat ke rapat hingga dari paripurna ke paripurna setiap tahunnya,” tegasnya.

Sudirman menilai, peringatan Hari Jadi Majene seharusnya tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang evaluasi terhadap berbagai persoalan yang masih dirasakan masyarakat serta mendorong hadirnya solusi konkret.

Baca Juga  Patroli Malam Humanis, Samapta Polres Majene Hadirkan Rasa Aman di Ruang Publik

Menurutnya, kemajuan daerah tidak semata diukur dari pembangunan yang terlihat di pusat kota, melainkan dari sejauh mana masyarakat di desa, wilayah pesisir, pegunungan, dan pelosok dapat merasakan manfaat pembangunan secara adil dan merata.

Dalam kesempatan tersebut, Sudirman juga mengutip pemikiran Bung Hatta mengenai pentingnya pembangunan desa sebagai fondasi kemajuan bangsa.

“Indonesia tidak akan bercahaya karena obor besar di Jakarta, akan tetapi Indonesia bercahaya karena lilin kecil di desa,” ucapnya.

Melalui momentum Hari Jadi Majene ke-481, Sudirman berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat komitmen untuk mempercepat pemerataan pembangunan, terutama dalam membuka akses infrastruktur bagi masyarakat di wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *