Pohon Kering di Jalur Trans Sulawesi Majene Mengancam Keselamatan Pengendara, Pemda Diminta Bertindak Cepat

MAJENE, KARABAO.IDSejumlah ruas jalan Trans Sulawesi yang melintasi wilayah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, perlu mendapat perhatian serius menyusul adanya sejumlah pohon di sisi jalan yang terlihat mengalami kekeringan.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama saat batang atau dahan pohon yang sudah kering patah dan jatuh ke badan jalan. Situasi ini semakin perlu diwaspadai pada musim kemarau ketika kondisi pohon dan ranting menjadi lebih rapuh.

Pohon yang tumbuh di sepanjang jalur utama tersebut berada cukup dekat dengan badan jalan. Jika dahan atau batang berukuran besar tiba-tiba patah dan menimpa kendaraan maupun pengendara, bukan hanya dapat mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan dan korban jiwa.

Baca Juga  Wave of Harmony 2026 Hadir Tiga Hari di Majene, Sajikan Hiburan Musik Lebih Maksimal

Sejumlah warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan pemantauan dan pemetaan terhadap pohon-pohon yang dinilai berisiko tumbang. Langkah antisipasi dapat dilakukan dengan memangkas dahan yang sudah mati atau melakukan penanganan terhadap pohon yang kondisinya sudah membahayakan.

“Kalau kita lihat memang ada beberapa pohon yang sudah kering di pinggir jalan. Kita berharap jangan menunggu sampai ada yang tumbang dan mengenai kendaraan atau warga. Lebih baik dilakukan pemeriksaan dan penanganan dari sekarang,” ujar salah seorang warga yang melintas di jalur Trans Sulawesi Majene.

Baca Juga  40 Tim Mahasiswa Unsulbar Lolos Seleksi Internal PKM 2026, Siap Melaju ke Tingkat Nasional

Menurut warga, jalur Trans Sulawesi merupakan salah satu akses penting yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Karena itu, faktor keselamatan pengguna jalan perlu menjadi perhatian, terlebih pada kondisi cuaca kering dan angin yang sewaktu-waktu dapat menyebabkan dahan atau pohon rapuh patah.

Pemerintah Kabupaten Majene diharapkan dapat berkoordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan terhadap jalan dan pepohonan di sepanjang jalur tersebut untuk melakukan pengecekan lapangan.

Penanganan secara dini dinilai lebih baik daripada menunggu terjadinya kecelakaan. Selain memangkas bagian pohon yang membahayakan, pemasangan tanda peringatan di lokasi tertentu juga dapat menjadi langkah sementara apabila terdapat pohon yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga  Kepemimpinan Kapus Sendana I Dipertanyakan, Dugaan Pelecehan hingga Keluhan Nakes Jadi Sorotan

Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melintas, terutama saat angin kencang. Pengendara sebaiknya tidak berhenti atau berteduh tepat di bawah pohon yang terlihat rapuh atau memiliki dahan kering berukuran besar.

Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas. Dengan langkah cepat dan pencegahan sejak dini, potensi kecelakaan akibat pohon tumbang di sepanjang jalur Trans Sulawesi wilayah Majene diharapkan dapat diminimalkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *