Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Majene Rustam Rauf menyebutkan selain acara kesenian dan doa barasanji, para passandeq juga meminta agar panitia menyediakan jamuan bubur kacang hijau (ule’-ule’ bue) saat tiba dan sebelum kembali berlayar. “Ini jadi ciri khas atau hal yang dianggap sakral bagi passandeq, harus disambut dengan “ule ule” dan dilepas denan sajian yang sama,” ucapnya saat persiapan Festival Sandeq 2022 lingkup Pemkab Majene, Senin 22 Agustus di ruang rapat Bupati.
Sekretaris Daerah Majene Ardiansyah mengatakan rapat kedua tersebut semakin jelas arahnya utamanya dukungan dari Pemerintah kecamatan. Mengingat kegiatan tersebut tidak menggunakan APBD atau non APBD, diharapkan masyarakat bisa berkontribusi salah satunya dengan kegiatan pesta rakyat yang disesuaikan dengan jadwal passandeq.













