MAJENE, KARABAO.ID – Dalam upaya meningkatkan peran serta masyarakat dalam mendukung program kesehatan, Puskesmas Malunda menggelar kegiatan Pemberdayaan Kader Posyandu tentang Surveilans Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Kegiatan tersebut diikuti oleh kader posyandu dan petugas kesehatan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Malunda.
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta mendapatkan materi terkait pengenalan PD3I, jenis-jenis penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi, serta mekanisme deteksi dini dan pelaporan kasus di lingkungan masyarakat.
Petugas kesehatan menjelaskan bahwa PD3I merupakan kelompok penyakit yang dapat dicegah melalui pemberian imunisasi secara lengkap dan tepat waktu. Beberapa penyakit yang menjadi fokus surveilans antara lain campak, difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, dan polio.
Selain memahami jenis penyakit, para kader juga dibekali kemampuan untuk mengenali gejala awal penyakit yang dicurigai sebagai PD3I. Kader diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menemukan kasus di masyarakat dan segera melaporkannya kepada petugas kesehatan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Puskesmas Malunda dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini terhadap potensi kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular yang masih dapat dicegah melalui imunisasi. Melalui peran aktif kader posyandu, diharapkan cakupan imunisasi dasar lengkap semakin meningkat dan risiko penyebaran penyakit dapat ditekan.
Acara ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada para peserta untuk berbagi pengalaman, menyampaikan kendala yang dihadapi di lapangan, serta memperkuat pemahaman mengenai pelaksanaan surveilans PD3I di tingkat desa dan posyandu.
Kepala Puskesmas Malunda, Irwan, M.D., S.Kep, mengatakan bahwa kegiatan pemberdayaan kader posyandu merupakan langkah penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya imunisasi.
“Kami berharap melalui kegiatan ini para kader semakin memahami jenis-jenis penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. Pengetahuan tersebut sangat penting agar kader mampu memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat serta membantu petugas kesehatan dalam melakukan pemantauan di lapangan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak boleh berhenti hanya sebagai pertemuan atau pelatihan semata.
“Harapan kami, kegiatan ini bukan sekadar pertemuan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti dan dilaksanakan oleh masing-masing kader di posyandunya. Kader merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat, sehingga perannya sangat strategis dalam mendukung keberhasilan program imunisasi dan pencegahan penyakit,” tambahnya.
Melalui kegiatan pemberdayaan ini, Puskesmas Malunda berharap sinergi antara tenaga kesehatan dan kader posyandu semakin kuat sehingga upaya pencegahan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dapat berjalan lebih optimal demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan terlindungi.













