“Saya ikutkan anak itu karena pelaku kami kenal dekat, sehingga saya percaya untuk mengantar keponakan saya. Namun, kepercayaan tersebut disalahgunakan. Saya sangat kecewa,” ujarnya.
Korban Ketakutan dan Melapor Sambil Menangis
Sesampainya di rumah tantenya, korban langsung menghubungi melalui telepon sambil menangis. Ia mengaku mengalami tindakan tidak pantas sepanjang perjalanan saat melewati jalanan yang sunyi.
Menurut keterangan keluarga, korban diperlakukan secara tidak pantas dan mendengar ucapan bernada cabul dari terduga pelaku.
“Saya tidak mau lagi ikut di mobil itu. Di jalan saya dipegang-pegang dan dia berkata kotor yang membuat saya takut. Bahkan dia mengajarkan hal yang menjurus ke hubungan jauh,” ungkap korban kepada tantenya.
Pelaku Tidak Mengakui dan Justru Marah
Mendengar laporan tersebut, tante korban langsung menghubungi terduga pelaku dengan nada tegas. Pada sore hari, pelaku mendatangi rumah keluarga korban untuk “memberikan penjelasan”. Namun, alih-alih meminta maaf, terduga pelaku justru dikabarkan marah-marah dan hanya mengakui telah memegang tangan korban sebelum meninggalkan lokasi.













