MAJENE, KARABAO.ID – Pemerintah Kabupaten Majene terus mendorong peningkatan kualitas penanganan hasil tangkapan nelayan melalui penguatan fasilitas rantai dingin (cold chain) di sektor perikanan.

Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan uji pengoperasian mesin Es Slurry di Knmp Baurung, Kabupaten Majene. Kegiatan ini turut dihadiri langsung Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Majene bersama jajaran terkait.
Uji pengoperasian tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan sarana dan sumber daya manusia yang akan mengoperasikan fasilitas tersebut. Selain pengujian mesin, kegiatan juga dirangkaikan dengan pengujian kemampuan operator dalam menjalankan dan mengelola mesin Es Slurry secara tepat.
Teknologi Es Slurry diharapkan dapat membantu menjaga mutu ikan sejak hasil tangkapan nelayan diangkat dari laut hingga masuk ke proses distribusi. Dengan sistem pendinginan yang lebih optimal, kualitas dan kesegaran ikan dapat dipertahankan lebih lama sehingga memberikan nilai tambah bagi hasil tangkapan nelayan.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan 50 unit coolbox yang merupakan bantuan dari Kementerian. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang proses penyimpanan dan pengangkutan hasil perikanan, khususnya dalam menjaga suhu serta kualitas ikan selama proses distribusi.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Majene Hj. Andi Rahmawaty, SH, MM mengatakan, keberadaan fasilitas Es Slurry dan bantuan coolbox merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas penanganan hasil perikanan dari tingkat nelayan.
“Yang paling penting bukan hanya bagaimana bantuan ini tersedia, tetapi bagaimana fasilitas tersebut dapat dioperasikan dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Karena itu, uji pengoperasian operator menjadi hal penting untuk memastikan mesin dapat digunakan dengan baik dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, penerapan sistem rantai dingin menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing hasil perikanan. Penanganan ikan yang cepat dan tepat setelah ditangkap akan berpengaruh terhadap kualitas, harga jual, serta nilai ekonomi yang diterima nelayan.
“Kita berharap fasilitas ini benar-benar memberikan manfaat bagi nelayan. Dengan kualitas ikan yang lebih terjaga, tentu peluang mendapatkan harga yang lebih baik juga semakin besar. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar bantuan yang telah diberikan dapat dirawat dan dikelola secara bertanggung jawab. Pengoperasian mesin maupun pemanfaatan coolbox diharapkan tidak berhenti pada seremoni penyerahan, tetapi mampu digunakan secara berkelanjutan untuk mendukung aktivitas perikanan di Kamp Baurung.
“Harapan kita, fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, dijaga dan dirawat bersama. Pemerintah akan terus mendorong penguatan sektor perikanan, termasuk dari sisi sarana prasarana dan peningkatan kapasitas masyarakat,” tutupnya.
Dengan adanya fasilitas Es Slurry serta tambahan 50 unit coolbox tersebut, pemerintah berharap proses penanganan hasil tangkapan nelayan di Kamp Baurung semakin baik dan mampu mendukung peningkatan kualitas serta nilai jual produk perikanan Majene.












