MAJENE, KARABAO.ID – Wakil Bupati Majene, Hj. Andi Rita Mariani, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Majene, H. Ardiansyah, memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan 9 (Sembilan) Indikator Upaya Pengendalian Inflasi Tahun 2026 Kabupaten Majene. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Majene, Selasa (09/06/2026).
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait dan stakeholder yang terlibat dalam pelaksanaan program pengendalian inflasi daerah. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, serta merumuskan langkah-langkah strategis guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Majene menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah karena memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, inflasi yang terkendali akan menciptakan stabilitas ekonomi daerah, menjaga daya beli masyarakat, serta mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha.
“Pengendalian inflasi bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, tetapi memerlukan kerja sama dan sinergi seluruh perangkat daerah serta pemangku kepentingan. Kita harus memastikan bahwa berbagai program yang telah direncanakan dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Hj. Andi Rita Mariani.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Majene terus berupaya memperkuat berbagai langkah pengendalian inflasi melalui pemantauan harga kebutuhan pokok secara berkala, penguatan koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha, optimalisasi pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan kebijakan, serta pelaksanaan intervensi apabila terjadi gejolak harga di pasaran.
“Kesembilan indikator pengendalian inflasi harus menjadi perhatian bersama. Setiap perangkat daerah perlu memahami perannya masing-masing agar upaya yang dilakukan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung dan terintegrasi. Dengan koordinasi yang baik, kita dapat mengantisipasi berbagai potensi kenaikan harga dan menjaga ketersediaan pasokan kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.
Wakil Bupati juga menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi gangguan distribusi maupun ketersediaan bahan pangan yang dapat memicu kenaikan harga. Ia meminta seluruh pihak terkait untuk aktif melakukan pemantauan kondisi pasar dan segera mengambil langkah cepat apabila ditemukan indikasi gejolak harga.
“Kita tidak boleh menunggu sampai masalah membesar. Pemantauan harus dilakukan secara berkelanjutan dan setiap informasi yang diperoleh harus segera ditindaklanjuti. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan pasokan yang cukup,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Majene, H. Ardiansyah, menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi serta memperkuat komitmen seluruh perangkat daerah dalam mendukung pelaksanaan program pengendalian inflasi di Kabupaten Majene.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Majene berharap pelaksanaan 9 indikator pengendalian inflasi tahun 2026 dapat berjalan optimal sehingga mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah, meningkatkan ketahanan pangan, serta memberikan perlindungan terhadap daya beli masyarakat di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang.













