Tegas dan Tajam

Rapat Konsultasi DPRD Majene Terkait Surat Pendapat Hukum Kemendagri Tentang Pelaksanaan Pilkades

MAJENE – Rapat konsultasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Majene terkait surat pendapat hukum kemendagri No. 100.4/780/Biro hukum, menindaklanjuti surat wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Majene nomor 170/336/2023 tanggal 12 juni 2023 hal permohonan peninjauan hukum terhadap pelaksanaan pilkades di Kabupaten Majene.

Berdasarkan pantauan, rapat dipimpin wakil ketua DPRD Adi ahsan Selasa, (4/7/2023).

Baca Juga  Itol Syaiful Tonra Kembali Gelar Hearing Dialog di Pangale

Adi Ahsan mengatakan, Berdasarkan PP 47, tahun 2015, pasal 57 ayat 2, hakikatnya menegaskan pembatalan atau penundaan pilkades ditetapkan oleh menteri dalam negeri. Dokumen surat pernyataan Bupati Majene menunda pilkades dengan alasan menjaga kondusifitas daerah jelang pemilu dan pilkada, sangat tidak relevan dengan isi surat pendapat hukum kemendagri pada poin ketiga yang menyebut bahwa pencabutan perbub harus dengan keadaan darurat.

Baca Juga  Dalif Arsyad Gelar Sosperda Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Cilallang

“Berdasarkan PP 47 tahun 2015, pasal 57 ayat 2, hakikatnya menegaskan pembatalan atau penundaan pilkades ditetapkan oleh menteri dalam negeri. Terkait dokumen surat pernyataan Bupati Majene menunda pilkades dengan alasan menjaga kondusifitas daerah jelang pemilu dan pilkada sangat tidak relevan dengan isi surat pendat hukum kemendagri pada poin ketiga yang menyebut bahwa pencabutan perbub harus dengan kondisi darurat,” tutur wakil ketua DPRD Adi Ahsan.

Baca Juga  Bapemperda Sulbar Sepakat Dorong Ranperda Perubahan Ketiga Perda No 6 Tahun 2016

Lanjut, rapat selanjutnya akan mengundang Pemda, Forkopimda, Apdesi Sulbar, Papdesi, dan pihak terkait lainnya.

Saat hendak dikonfimasi Bupati Majene sedang berada diluar kota, konfirmasinya dapat dimuat dimedia yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *