MAMUJU, KARABAO.ID — Seekor paus ditemukan terdampar di pesisir pantai Kelurahan Kasambang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu pagi, 3 Oktober 2026.
Mamalia laut tersebut ditemukan warga dalam kondisi sudah mengeluarkan bau menyengat. Aroma dari bangkai paus disebut mulai mengganggu warga yang berada di sekitar lokasi.
Sejumlah warga memilih tidak mendekat karena bau yang cukup kuat. Sementara itu, anak-anak yang berada di sekitar pesisir hanya menyaksikan bangkai paus tersebut dari jarak jauh.
Warga menduga paus tersebut merupakan jenis paus sperma. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan identifikasi lebih lanjut dari instansi atau pihak berwenang yang memiliki kompetensi terkait satwa laut.
Salah seorang warga Kasambang, Andi Nur Alim, mengatakan kondisi bangkai paus yang mulai mengeluarkan bau menyengat membuat warga merasa terganggu.
“Baunya sangat menyengat. Warga enggan mendekat, anak-anak hanya menonton dari jarak jauh. Rencananya akan diseret kembali ke laut agar baunya tidak sampai mengganggu perkampungan,” ujar Andi Nur Alim.
Menurut warga, keberadaan bangkai paus tersebut menjadi perhatian karena lokasinya berada di kawasan pesisir yang tidak jauh dari aktivitas masyarakat. Bau yang semakin menyengat dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan warga apabila bangkai tidak segera ditangani.
Warga berharap pihak terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan menentukan langkah penanganan yang tepat. Selain untuk memastikan jenis paus, pemeriksaan juga diperlukan untuk mengetahui kondisi serta kemungkinan penyebab mamalia laut tersebut terdampar.
Penanganan bangkai paus juga dinilai perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan persoalan baru bagi lingkungan pesisir maupun masyarakat sekitar.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti penyebab paus tersebut terdampar di pesisir Kasambang. Langkah penanganan selanjutnya dari pihak berwenang juga masih menunggu informasi lebih lanjut.










