MAJENE  

Ini Keluhan Sejumlah OPD di Majene Saat Rakor Monev Triwulan III

MAJENE — Dari hasil Rapat Kordinasi (Rakor) Monitoring dan Evaluasi (Monev) atas penggunaan keuangan pada perangkat daerah oleh Bapeda Kabupaten Majene terungkap bahwa hingga triwulan ketiga serapan anggaran hanya kisaran 30 hingga 60 persen saja.

Untuk itu, Bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele bersama Wakil Bupati Majene, Arismunandar dan Sekretaris Daerah Kabupaten Majene, Ardiansyah melakukan Rakoor Monev di Ruang Pola Kantor Bupati Majene, Jum’at (25/11/2022).

Baca Juga  Tinggalkan Keluarga untuk Tangkap Ikan, Nelayan Majene Meninggal di Perairan Lombok

Dinas Pariwisata melalui sekretarisnya melaporkan, bahwa pihaknya sudah merealisasikan hingga 70 persen atas pagu non fisik, biaya operational dan pemeliharaan Taman Budaya Kabupaten Majene.

Dia yakin setelah aplikasi DPA APBD perubahan terbuka, sisa anggaran yang hanya kisaran Rp110 juta sudah bisa direalisasikan.

Pada tempat sama, Kepala Dinas PMD, Sudirman mengatakan, hanya dua desa yang terkendala yaitu Desa Ulidang Dan Desa Lombong.

Baca Juga  Pj Gubernur Sulbar Gelar Jalan Sehat dan Tinjau Gerakan Pangan Murah di Majene

Untuk Desa Ulidang kata dia, sementara mengurus pencairan sedangkan Desa Lombong perlu penanganan khusus karena ada beberapa rekomendasi yang perlu diselesaikan.

“Saya sudah komunikasikan dengan pihak inspektorat bahkan persoalan ini sudah disampaikan sama pimpinan. Tapi kami tetap berupaya untuk teman-teman di Desa Lombong bisa cair dananya. Dan saya laporkan Pak Sekda bahwa untuk tingkat Sulbar pencairan Dana Desa kita yang tertinggi,” sebut Sudirman.

Baca Juga  Peringati Hari Korban 40 Ribu Jiwa, Bupati Majene dan Forkopimda Ziarah ke Galung Lombok

Sementara Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Koperindag, Busri mengaku, ada dana kegiatan prioritas sebesar Rp400 juta lebih tidak akan bisa realisasi karena anggarannya untuk di APBD perubahan raib.

“Saya tidak tahu kemana. Itu untuk kegiatan pembelian peralatan,” katanya.

Dia khawatir pada Januari mendatang pihaknya akan mendapat kecaman dari masyarakat lantaran sudah terlanjur berjanji.

“Kami sangat was was untuk menghadapi masyarakat yang sudah kita janji,” tukasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *