KAMPUS  

Lewat Apotek Hidup, Mahasiswa KKN Unsulbar Edukasi Warga Desa Pasiang soal TOGA

Majene — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) Gelombang XXVI melaksanakan program kerja Pelestarian Apotek Hidup di Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (22/1/2026).

Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) melalui pengelolaan pekarangan rumah berbasis apotek hidup.

Koordinator Desa KKN Pasiang, Budiman (Akutansi, 2022), menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung kesehatan dan pelestarian lingkungan masyarakat desa.

Baca Juga  Guru Besar Unsulbar : Pilih Langsung Wakil Dosen ke Senat Universitas

“Melalui program pelestarian apotek hidup ini, kami mengajak masyarakat untuk kembali memanfaatkan tanaman obat yang ada di sekitar rumah sebagai alternatif pengobatan sederhana, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” jelas Budiman saat dihubungi Unsulbar News melalui WhatsApp, Rabu (28/1/2026).

Baca Juga  Anak Kos di Lembang dan Lutang Kembali Waspada, Buntut Pesan Kewaspadaan Kembali Beredar Luas

Selain melakukan penanaman dan perawatan tanaman obat, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai jenis-jenis TOGA serta cara pengolahan dan pemanfaatannya untuk kebutuhan kesehatan sehari-hari.

Sementara itu, Humas KKN Desa Pasiang, Rahmat Hidayat, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi angkatan 2022, berharap program tersebut dapat berkelanjutan meskipun masa KKN telah berakhir.

Baca Juga  Polemik Jalan Menuju STAIN Disegel Warga, Puluhan Mahasiswa Geruduk Kantor Bupati Majene

“Kami berharap program ini tidak hanya berjalan selama masa KKN, tetapi juga dapat terus dikembangkan oleh masyarakat Desa Pasiang ke depannya,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unsulbar berharap mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan TOGA serta mendorong kemandirian kesehatan berbasis potensi lokal desa. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *