Bahkan, menurut pengakuan salah seorang tenaga medis yang meminta identitasnya dirahasiakan, terdapat ancaman pemutusan kontrak bagi PPPK yang dianggap ikut mendukung gerakan tersebut.
“Jika kamu ikut dalam hal ini, dipastikan kontrak kamu akan diputus,” ungkap salah seorang tenaga medis menirukan ucapan yang diterimanya.
Situasi internal di Puskesmas Sendana I disebut mulai memanas setelah muncul berbagai persoalan yang dinilai tidak lagi kondusif. Sejumlah tenaga kesehatan mengaku kecewa terhadap pola kepemimpinan yang berjalan selama ini.
Beberapa persoalan yang menjadi sorotan di antaranya dugaan belum dibayarkannya dana kapitasi dan nonkapitasi kepada sejumlah dokter dan perawat yang bertugas di Puskesmas Sendana I.
Selain itu, juga muncul dugaan pelecehan terhadap mahasiswi praktik dari STIKES Bina Bangsa Majene yang sebelumnya sempat menjadi perbincangan di lingkungan tenaga kesehatan.
Kondisi tersebut diduga menjadi pemicu munculnya penandatanganan surat pernyataan sikap oleh sejumlah tenaga medis sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan yang ada.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Puskesmas Sendana I berinisial ER belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan intimidasi tersebut. Begitu pula empat orang yang disebut-sebut melakukan tekanan terhadap tenaga medis PPPK belum berhasil dikonfirmasi.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan diharapkan mendapat respons serius dari pemerintah daerah maupun instansi terkait guna memastikan kondisi kerja tenaga kesehatan tetap aman dan profesional.













