MAJENE, KARABAO.ID – Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) wilayah Majene, yang berada di jln poros Majene, kelurahan Lembang, menyampaikan permohonan maaf atas laporan temuan pada menu bubur ayam dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan di salah satu sekolah, Pihak SPPG menegaskan telah mengambil langkah korektif cepat guna memastikan keamanan dan kualitas pangan bagi para siswa.
Kepala SPPG Lembang Majene, M. Nasrul Saifullah, S.T, mengatakan pihaknya langsung melakukan kunjungan lapangan serta berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Evaluasi menyeluruh dilakukan, khususnya pada proses pembersihan sayuran sebagai bahan baku utama, pada Sabtu pagi 24/1/2026
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ini menjadi alarm penting bagi kami untuk memperketat Standard Operating Procedure (SOP). Mulai hari ini, pengawasan di dapur kami tingkatkan dua kali lipat, terutama pada tahap pencucian bahan mentah, agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Nasrul.
Selain itu, penguatan pengawasan internal dilakukan dengan menambah kontrol pada setiap tahapan produksi makanan, mulai dari penerimaan bahan, proses pengolahan, hingga distribusi ke sekolah.
Menanggapi kekhawatiran dari sisi kesehatan dan keamanan pangan, Ahli Gizi pendamping Program MBG lembang, Nur Amila A., S.Gz, menjelaskan bahwa prinsip utama dalam pelaksanaan program adalah zero tolerance terhadap kontaminasi.
“Kami berkomitmen penuh pada keamanan pangan. Bahan yang digunakan merupakan bahan organik segar yang secara alami memang lebih rentan terhadap hama. Proses pencucian dilakukan dengan air mengalir sesuai standar, namun saat ini kami sedang mengevaluasi titik-titik lemah, khususnya pada tahap penyajian atau plating, untuk memastikan setiap porsi yang diterima siswa benar-benar higienis dan layak konsumsi sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG),” jelasnya.
SPPG juga menegaskan bahwa perbaikan sistem akan dilakukan secara berkelanjutan, termasuk peningkatan kedisiplinan petugas dapur dan pengawasan harian yang lebih ketat.
Ke depan, pihak SPPG mengajak seluruh elemen sekolah, termasuk para siswa, untuk aktif memberikan masukan sebagai bagian dari pengawasan bersama.
Partisipasi tersebut dinilai penting demi menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan di Sulawesi Barat.













